Tribun Seleb
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pengalaman Sherina Munaf Selamatkan Satwa Orang Utan ke Pusat Rehabilitasi

Akhir tahun 2018, Sherina Munaf mendatangi pusat rehabilitasi orang utan di Nyaru Menteng, Kalimantan Tengah.

Pengalaman Sherina Munaf Selamatkan Satwa  Orang Utan ke Pusat Rehabilitasi
Tribunnews.com/Apfia Tioconny Billy
Sherina Munaf saat ditemui di acara ‘A Live Worh Living’ di Jakarta Pusat, Jumat (15/2/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Apfia Tioconny Billy

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Akhir tahun 2018, Sherina Munaf mendatangi pusat rehabilitasi orang utan di Nyaru Menteng, Kalimantan Tengah.

Pusat rehabilitasi ini merupakan tempat pelatihan atau sekolah bagi oran utan yang lama tinggal di luar hutan, sebelum nantinya mereka benar-benar dikembalikan ke habitat aslinya.

Bersama dengan Borneo Orangutan Survival (BOS), Sherina juga membawa dua orangutan yang akan dimasukan ke pusat rehabilitasi dan Sherina berkesempatan melepaskan satu orangutan ke hutan di pusat rehabilitasi itu.

“Orang utan dilepas untuk dipantau apakah mau dilepas ke hutan liar, aku ikutan yang itu, itu pengalaman awal yang mendebarkan,” papar Sherina saat ditemui di acara ‘A Live Worh Living’ di Jakarta Pusat, Jumat (15/2/2019).

Baca: Peringati Kemerdekaan Indonesia Orang Utan ke-100 Dilepasliarkan

Saat akan membuka kandang orangutan sebelum dilepaskan Sherina mengaku takut dan gemeteran.

Namun karena Sherina memahami kalau orangutan dapat mengenali perasaan khawatir manusia yang dapat menimbulkan efek negatif seperti menyerang tiba-tiba, akhirnya Sherina berusaha lebih tenang.

Setelah berhasil membuka kandang, dan Sherina melihat langsung orang utan naik ke atas pohon Sherina mengaku merasakan sebuah kebahagiaan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.

“Aku kan panikan ya, bukan orang yang tumbuh dengan binatang, aku takut aja pas buka kandang, nervous, gemeteran banget, pas habis naik pohon baru ada perasaan yang gak diduga,” kta Sherina.

Lebih lanjut Sherina menceritakan di pusat rehabilitasi tersebut ada ibu pengganti alias pengasuh orang utan yang akan mengajarkan cara bertahan hidup, bertahan saat ada yang mengancam, hingga cara membuat sarang.

“Dedikasi mereka besar banget, mereka arrange supaya orangutan jadi liar dengan empati yang sedemikian besar,” ungkap Sherina.

Pengamalan pertama itu ternyata membuat Sherina ketagihan dan membuatnya lebih peduli lagi dengan keberadan orangutan yang tidak tinggal di hutan.

Jika mendapatkan kesempatan lagi, Sherina berharap bisa mengikuti proses melepaskan orangutan dari pusat rehabilitasi ke hutan liar.

“Aku ingin sekali (pelepasliaran) karena jujur aku belum pernah yang pelepasliaran, bukan sesuatu mudah ada prosedurnya sulit sekali enggak mudah dijalankan butuh kerjasa’a kolektif yang luar biasa,” pungkas Sherina.(*)

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Apfia Tioconny Billy
Editor: Willem Jonata
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas