Tribun Seleb
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Pemilu 2019

Rano Karno Ketagihan Politik, Ini Niat di Baliknya

Di Pemilu 2019 ini, Rano Karno berhasil terpilih sebagai anggota DPR RI dari daerah pilihan Banten III.

Rano Karno Ketagihan Politik, Ini Niat di Baliknya
Tribunnews.com/Apfia Tioconny Billy
Rano Karno saat saat ditemui di kediamannya di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Kamis (6/6/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Apfia Tioconny Billy

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Di Pemilu 2019 ini, Rano Karno berhasil terpilih sebagai anggota DPR RI dari daerah pilihan Banten III, meliputi Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang, dan Kabupaten Tangerang.

Pria yang populer dengan perannya sebagai ‘Si Doel’ ini pun dihitung-hitung hanya istirahat sebentar saja dari jabatan di pemerintahan.

Hingga 2017 lalu Rano Karno sempat menjabat sebagai Pelaksana Tugas Gubernur Banten sejak tahun 2014, sebelumnya ia juga pernah menjabat sebagai Wakil Gubernur Banten, Wakil Bupati Tangerang, dan anggota MPR.

Rano Karno pun menceritakan ia memamg ketagihan dibidang politik karena ia ingin mengaplikasilan ilmu politik yang sudah ia pelajari sejak bangku SMA hingga perguruan tinggi.

Baca: 4 Film Indonesia Tayang di Bioskop Pekan Ini, Rano Karno Yakin Filmnya Paling Banyak Ditonton

Baca: Sherina Munaf Lebaran Tanpa Kehadiran Keluarga

Baca: Kehangatan Presiden Jokowi dan Iriana Menerima Tamu saat Open House di Istana Negara

“Nama belakang saya ka ada S.IP, yaitu Sarjana Ilmu Politik. Saya kuliah 4,5 tahun lho di Sekolah Tinggi Ilmu Pemerintahan Abdi Negara (STIPAN),” papar Rano Karno saat ditemui di Jakarta Selatan, Kamis (6/6/2019).

Kemudian dengan terjun ke dunia politik, Rano Karno juga ingin memperjuangkan industri film yang juga turut membesarkan namanya.

Contonhnya adalah ia bisa memperjuangkan agar film-film Indonesia mendapatkan lebih banyak layar dibandingkan film-film luar yang tayang di Indonesia.

“Film luar begitu tayang dapet misalnya 1500 layar, si Doel cuman 350 layar. Wah ini kalau bukan kebijakan politik bisa kalah terus film-film Indonesia, misalnya seperti itu. Memang secara realitas itu adalah politik,” ungkap Rano Karno.

Dengan mendapatkan banyak layar, harapannya dari sisi ekonomi film-film juga dapat berhasil contohnya karena tayang di banyak layar maka lebih cepat balik modal.

“Misalnya Avengers satu hari dia sudah bisa mencapai berapa pemasukan kan. itu juga ekonomi kan. Dilan hari pertama sudah 800ribu penonton. Dilan dikasih layar banyak hampir 1000 layar. Nah jadi hal-hal itu kan juga politik papar Rano Karno.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Apfia Tioconny Billy
Editor: Willem Jonata
  Loading comments...

Berita Terkait :#Pemilu 2019

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas