Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Seleb
LIVE ●

Revalina S Temat Berikan Tanggapannya soal PSBB Kembali Diberlakukan di Jakarta

Anies Baswedan kembali menerapkan PSBB di Ibu Kota lantaran jumlah kasus positif Covid-19 semakin melonjak.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Revalina S Temat Berikan Tanggapannya soal PSBB Kembali Diberlakukan di Jakarta
TRIBUNNEWS.COM/TRIBUNNEWS.COM/FX ISMANTO
Artis cantik Revalina S Temat, hadiri peluncuran Campina Es Krim dengan memperkenalkan Concerto Sundae White Coffee dan sekaligus meluncurkan Campina Web Series Kreatif, untuk mendekati milenial, berlangsung, Selasa (22/10/2019) di The Papilion, Kemang, Jakarta. TRIBUNNEWS.COM/FX ISMANTO 

TRIBUNNEWS.COM - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan kembali memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada Senin nanti, 14 September 2020.

Anies Baswedan kembali menerapkan PSBB di Ibu Kota lantaran jumlah kasus positif Covid-19 semakin melonjak.

Keputusan ini menuai banyak pro dan kontra.

Diberitakan Kompas.com, para pelaku ekonomi memberikan pandangannya terkait keputusan Gubernur DKI Jakarta itu.

Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani menyatakan PSBB bukanlah kondisi ideal maupun kondisi yang menyenangkan bagi pelaku usaha.

Baca: Dewi Perssik Curhat Lagi Soal Suami dan Tulis Soal Pernah Salah Memilih, Maia Estianty Beri Komentar

Baca: Ariel Tatum Bantah Gosip Soal Punya Pacar Pengusaha Batu Bara: Stop Sebarkan Berita Palsu Tentangku

Baca: Jenita Janet Kenalkan Kekasih Barunya Seorang CEO Pengusaha Kaya, Sudah Siap Nikah Lagi?

Sebab, kebijakan ini adalah langkah yang sangat mematikan kegiatan usaha dan sangat menekan permintaan masyarakat.

"Kebijakan ini adalah langkah yang sangat mematikan kegiatan usaha dan menekan permintaan masyarakat,"

Rekomendasi Untuk Anda

"Sehingga hampir tidak ada driver untuk pelaku usaha nantinya,"

"Padahal saat ini pelaku usaha sudah mati-matian mempertahankan eksistensi dan kinerja dengan modal yang semakin menipis," ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Kamis (10/9/1010).

Shinta khawatir bila kebijakan ini diberlakukan dalam waktu yang lama tanpa adanya output pengendalian Covid-19 yang memuaskan, maka banyak pelaku usaha di sektor riil nasional khususnya UMKM akan mati karena tidak sanggup bertahan.

halaman selanjutnya

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas