Harga Celana Dalam Bekas Dinar Candy Turun Jadi Rp 20 Juta
Namun, kali ini komedian Sapri Pantun membanderol celana dalam disjoki seksi itu, dengan harga Rp 20 juta.
Editor: Hasanudin Aco
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Celana dalam bekas pakai Dinar Candy turun harga.
Sebelumnya YouTuber Bobby Stuntrider membeli celana dalam bekas pakai miliknya di harga Rp 50 juta.
Namun, kali ini komedian Sapri Pantun membanderol celana dalam disjoki seksi itu, dengan harga Rp 20 juta.
Sempat terjadi tawar menawar harga antara Sapri Pantun dan Dinar Candy. Namun, akhirnya ia memperoleh celana dalam itu jauh lebih murah dari yang dibeli oleh Bobby Stuntrider.
Bahkan, Sapri Pantun dapat kesempatan melihat langsung saat Dinar Candy melepaskan celana dalam yang dipakainya.
Setelah dilepas Dinar Candy, celana dalam itu langsung dipegangi Sapri Pantun.
Sapri Pantun membeli celana dalam tersebut setelah diberi izin masuk ke kamar Dinar Candy.
"Gue boleh masuk kamar, tapi harus bayarin sempak Dinar Candy," kata Sapri Pantun di kanal YouTube Sapri Pantun yang diunggah 8 Oktober 2020.
Baca juga: Sempat Disindir Lutfi Agizal soal Celana Dalam, Dinar Candy Kaget Dapat DM: Kok Jadi Perhatian
Dinar Candy mengajak Sapri Pantun masuk ke kamarnya setelah berbincang di ruang tamu.
Di dalam kamar itu, Sapri Pantun juga ditemani asisten ceweknya yang berparas cantik.
Ketika itu Sapri Pantun menanyakan celana dalam Dinar Candy yang dilelang hingga laku Rp 50 juta.
Ia heran celana dalam Dinar Candy ada yang beli hingga puluhan juta rupiah.
"Celana bekas itu justru yang laku karena ada bau-bau trasi gitu," ujar Dinar Candy tertawa.
"Gue mau aja beli, tapi celana dalam yang lagi dipakai," ucap Sapri Pantun menantang Dinar Candy.
Gayung bersambut, Dinar Candy menerima tantangan itu dan kemudian membuka tawaran celana dalam yang sedang dipakainya mulai Rp 50 juta.
Sempat turun menjadi Rp 40 juta hingga Rp 30 juta.
"Tapi jangan Rp 5 juta," kata Dinar Candy.
Baca juga: Telepon Pembeli Celana Dalam Dinar Candy, Nikita Mirzani: Kapan Dong Beli Pakaian Dalam Aku?
Setelah memberikan beberapa tawaran, Sapri Pantun sepakat membeli celana dalam yang dipakai Dinar Candy seharga Rp 15 juta.
Namun Sapri Pantun memberi Dinar Candy uang tunai Rp 20 juta.
Seketika itu juga Dinar Candy melepaskan celana dalamnya yang berwarna merah dan diberikan ke Sapri Pantun.
"Aduuuh, celana dalam Rp 20 juta," ujar Sapri Pantun sambil memegangi celana dalam Dinar Candy yang sudah dipegangnya.
"Nanti mau gue laminating dan dipajang di warung soto," lanjutnya girang.
Rezeki lancar
DJ Dinar Candy (27) seperti mendapatkan durian runtuh, tak lama setelah berhasil menjual celana dalam bekas pakai miliknya seharga Rp 50 juta dari YoutuberBobby Stuntrider .
Setelah celana dalam miliknya laku dalam lelang, Dinar Candy merasa rezekinya terus mengalir. Satu di antaranya mendapatkan endorse.
Pendapatannya dari situ menambah pundi-pundi tabungannya di tengah kesulitan ekonomi sebagai imbas pandemi covid-19.
Dinar Candy tak menampik setelah lelang celana dalamnya viral, banyak sekali warganet yang sering melihat akun instagramnya.
Baca: Hargai Celana Dalam Dinar Candy yang Belum Dicuci Rp 50 Juta, Si Pembeli Ungkap Letak Keistimewannya
"Iya banyak sih yang melihat instagram aku jadi menambah rezeki lagi," kata Dinar Candy ketika ditemui di gedung Trans TV, Jalan Kapten Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kamis (24/9/2020).
Dinar mengatakan bahawa ia mendapat banyak endorse usai melelang dan menjual celana dalamnya kepada Bobby Tria Sanjaya.
"Usai jual daleman aku dapat endorse dan penghasilan aku sampai Rp 80 juta," ucapnya.
Dara manis kelahiran Bandung, 21 April 1993 itu mengatakan banyak produk yang masuk menjadi endorse, salah satunya adalah produk kecantikan.
Baca: Keuangan Cekak Sejak Pandemi, Dinar Candy Iseng Jual Celana Dalam, Tak Disangka Banyak yang Tawar
"Ya pastinya enggak nyangka ya. Karena kan aku awalnya iseng aja lelang celana dalam. Eh ternyata viral," ungkap Dinar Candy.
Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Bayar Tunai Celana Dalam Dinar Candy Seharga Rp 20 Juta, Sapri Pantun: Nanti Mau Gue Laminating