Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Awalnya Dikira Pendarahan, Ibu Hamil di Ciracas Minta Tolong, Ternyata Akibat Peluru Nyasar

Korban sudah menjalani operasi pengangkatan proyektil di Rumah Sakit Polri Kramat Jati.

Awalnya Dikira Pendarahan, Ibu Hamil di Ciracas Minta Tolong, Ternyata Akibat Peluru Nyasar
Shutterstock
Ilustrasi penembakan warga Sungai Keruh Muba sepulang dari rumah pacar 

Dari banyaknya ceceran darah di tiga titik tersebut tampak jelas korban mengalami pendarahan serius sehingga sempat tidak mampu berdiri lalu bersandar ke tembok.

"Korbannya itu lagi hamil, pastinya berapa bulan saya enggak tahu. Tapi informasi dari ibu-ibu lain sekarang hamil empat bulan, korban masih warga sekitar sini," sambung Zul.

Penjelasan Kapolsek Ciracas

Kapolsek Ciracas Kompol Jupriono membenarkan Anah mengalami luka tembak di paha kanan.

Menurut Jupriono, Anah merasakan terkena peluru nyasar pada pukul 10.20 WIB.

Ia belum mengetahui pasti kronologis Anah jadi korban peluru nyasar.

Sebabnya, saat kejadian dia tidak langsung menyadari proyektil peluru bersarang di pahanya.

Anah malah mengira mengalami pendarahan saat darah mulai mengucur dari paha kanannya.

Apalagi, Anah menyadari dirinya sedang hamil dan saat itu tidak merasakan sakit akibat peluru yang menghujam.

"Semula korban mengira pendarahan dikarenakan sedang hamil," terang Jupriono.

"Ternyata setelah diperiksa ada luka di paha kanan yang mengakibatkan banyak keluar darah," kata dia lagi.

Selajutnya, Anah melapor ke Ketua RT 09. Setelah diperiksa, warga mendapati lubang di paha Anah.

Korban sudah menjalani operasi pengangkatan proyektil di Rumah Sakit Polri Kramat Jati.

"Kondisinya sekarang sudah membaik," ucap Jupriono.

Ia memastikan Unit Reskrim Polsek Ciracas masih menyelidiki kasus peluru nyasar yang mengenai kader jumantik ini.

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Tolong, Saya Tertembak,'' Teriak Ibu Hamil Merintih Kesakitan Lalu Lemas dan Bersandar di Tembok

Editor: Willem Jonata
Sumber: TribunJakarta
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas