Tribun Seleb
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Penanganan Covid

Ahli Epidemiologi Sebut Program Vaksinasi Covid-19 Bukanlah Solusi Tunggal

Keberadaan program vaksinasi covid-19 yang digalakkan oleh pemerintah tentu menjadi harapan menanggulangi pandemi.

Ahli Epidemiologi Sebut Program Vaksinasi Covid-19 Bukanlah Solusi Tunggal
Freepik
Ilustrasi vaksinasi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Keberadaan program vaksinasi covid-19 yang digalakkan oleh pemerintah tentu menjadi harapan menanggulangi pandemi.

Di Indonesia sendiri program ini sudah dijalankan pada kelompok yang diprioritaskan. 

Namun beberapa waktu lalu, program ini terkendala karena terjadinya embargo vaksin India.

Hal ini dikarenakan menyusul melonjaknya kasus Covid-19 di negara itu.

Ahli epidemiologi dari Griffith University di Australia Dicky Budiman mengungkapkan jika vaksin bukanlah solusi utama. 

Baca juga: Angka Kematian Penderita Covid-19 Meningkat, Epidemiolog: Perlu Evaluasi Program Vaksinasi

Baca juga: Positif Rate 12 Persen, Epidemiolog: Pandemi Covid-19 Belum Bisa Dikendalikan, Jauh dari Target

Vaksin memang menunjang pengendalian Covid-19, namun protokol kesehatan dasar yang telah dibuat sebelumnya justru yang lebih utama.

Epidemiolog Griffith University Australia, Dicky Budiman
Epidemiolog Griffith University Australia, Dicky Budiman (Tangkapan Layar YouTube Kompas TV)

Vaksin, menurutnya bukanlah jalan singkat untuk mengendalikan pandemi Covid-19.

"Imunitas butuh satu capaian jangka panjang dan relatif tidak cepat. Bahkan bisa jadi lima tahun keatas,"katanya saat diwawancarai, Sabtu (10/4/2021).

Banyak faktor yang memengaruhi dari program herd immunity. Di antaranya seperti resistansi pada vaksin, munculnya varian baru dan menurunnya efikasi vaksin.

Apa lagi didukung oleh fakta terkait belum tersedianya vaksin untuk anak. Serta belum diketahui seberapa besar efektifitas vaksin dalam mencegah penularan.

"Ketika vaksin mencapai threshold immunity, tidak berarti kita dekat pada akhir pandemi. 
Oleh karena itu perlu mendudukkan peran vaksinasi secara tepat. Tidak berlebihan, sehingga tidak abai dalam strategi fundamental," katanya lagi. 

Strategi fundamental yang dimaksud oleh Dicky adalah protokol kesehatan yang sudah sedari dulu dikampanyekan, yaitu 3T dan 5M.

Di sisi lain, tentu saja vaksin penting memberikan proteksi tiap individu untuk mengurangi gejala berat dan meminimalisir angka kematian.

Ikuti kami di
Editor: Willem Jonata
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas