Tribun Seleb
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Gofar Hilman Diduga Lakukan Pelecehan Seksual, Komnas Perempuan Apresiasi Korban Buka Suara

Dugaan pelecehan seksual oleh penyiar radio, Gofar Hilam mendapat tanggapan dari Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan).

Gofar Hilman Diduga Lakukan Pelecehan Seksual, Komnas Perempuan Apresiasi Korban Buka Suara
Instagram/@pergijauh
Foto unggahan Gofar Hilman di akun Instagram-nya, @pergijauh pada 9 Januari 2018. 

"Pada perempuan, kerentanan pada pelecehan seksual dan untuk disalahkan atas tindak tersebut berakar pada diskriminasi berbasis gender.

"Diskriminasi ini yang menyebabkan perempuan dalam posisi subordinat dan obyek seksual," lanjut Fuad.

Posisi perempuan sebagai simbol moralitas di dalam masyarakat patriarkis juga digunakan untuk melemahkan korban.

"Dengan posisi tersebut, perempuan gampang disalahkan dengan menggunakan latar belakang, gerak gerik, dandanan, cara busana dan lingkungan pergaulannya sebagai alasan pembenar tindak pelecehan seksual," lanjut Fuad.

Kesulitan bertambah ketika korban pelecehan seksual adalah perempuan dengan disabilitas intelektual dan perempuan dengan disabilitas psikososial.

Baca juga: Manajer Enggan Komentar Banyak soal Dugaan Pelecehan oleh Gofar Hilman

Mereka jarang melaporkan kasus pelecehan yang dialaminya karena rendahnya pengetahuan tentang perilaku yang dikategorikan sebagai pelecehan seksual.

Selain disabilitas intelektual dan disabilitas psikososial, faktor lainnya termasuk ketergantungan psikis, finansial dan sosial korban terhadap pelaku.

"Di samping itu, faktor ketergantungan psikis, finansial dan sosial korban terhadap pelaku menyebabkan korban mengalami dilema untuk mengungkap kasus pelecehan seksual dan kekerasan seksual lainnya yang dialaminya," papar Fuad.

Sementara itu, korban pelecehan seksual saat ini sangat sulit untuk mendapatkan perlindungan.

Payung hukum yang mumpuni belum ada, termasuk untuk mendukung pemulihan korban.

Halaman
1234
Penulis: Bunga Pradipta Pertiwi
Editor: Daryono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas