Bintang Marvel Scarlett Johansson Menggugat Disney atas Perilisan Streaming Black Widow
Bintang besar Marvel Scarlett Johansson menggugat Disney atas pelanggaran kontrak dengan merilis film superhero Black Widow secara streaming.
Penulis:
Andari Wulan Nugrahani
Editor:
bunga pradipta p
TRIBUNNEWS.COM - Aktris Hollywood, Scarlett Johansson menggugat Disney atas pelanggaran kontrak dengan merilis film superhero Black Widow secara streaming lewat Disney+.
Bintang Marvel itu juga mengajukan gugatan di Pengadilan Tinggi Los Angeles pada Kamis (29/7/2021) kemarin.
Melansir CNN, Black Widow dirilis secara bersamaan di layanan Disney+ dan pemutaran bioskop, yang menurut gugatan Scarlett Johansson telah melanggar kesepakatan antara kedua belah pihak.
Dalam gugatan tersebut dijelaskan bahwa Scarlett Johansson sepakat gaji yang diperoleh untuk Black Widow didasarkan pada perolehan box office.
Baca juga: Park Seo Joon Dikabarkan akan Bintangi Film Sekuel Captain Marvel, Begini Tanggapan Agensi
Baca juga: Park Seo Joon Dikabarkan akan Bintangi Film Sekuel Captain Marvel, Adu Akting dengan Brie Larson
Melansir The Wall Street Journal, pengacara Scarlett Johansson, John Berlinski mengatakan, baik kliennya, pihak Disney maupun Marvel mengetahui dengan benar bahwa rilis teater merupakan rilis eksklusif untuk pemutaran film di bioskop.
"Disney tentu menyadari kesepakatan ini, tetapi tetap melanggar perjanjian dan merilis Black Widow di layanan streaming Disney+ pada hari yang sama saat Black Widow dirilis di bioskop," kata pengacara John Berlinski.
Disney lantas mengeluarkan tanggapannya pada Kamis (29/7/2021).
Pihak Disney menyebut tidak ada manfaat apa pun dari gugatan ini.
Bahkan gugatan yang diajukan tim Scarlett Johansson disebut sangat memprihatikan mengingat situasi pandemi saat ini.
"Disney sepenuhnya mematuhi kontrak dengan Scarlett Johansson dan lebih jauh lagi, perilisan Black Widow di Disney+ melalui Premier Access secara signifikan meningkatkan kompensasi tambahan yang diterima Scarlett Johansson senilai 20 juta dolar Amerika hingga saat ini," ucap juru bicara Disney dalam sebuah pernyataan.
Baca juga: Bakal Tayang Juli 2021, Marvel Bagikan Cuplikan Aksi Black Widow
Baca juga: Loki Serial Terbaru Marvel akan Tayang Sebulan Lagi di Disney+Hotstar
Gugatan itu datang pada saat yang sangat penting bagi Hollywood, karena pandemi telah mempercepat beberapa tren sekaligus.
Saat ini, layanan streaming sedang menjadi titik fokus pendapatan masa depan bagi Hollywood.
Seperti diketahui, bioskop sedang berjuang untuk kembali normal setelah pandemi yang menghancurkan bisnisnya.
Disney membuat gelombang mengejutkan ketika mengumumkan pada Maret kemarin bahwa Black Widow dirilis di Disney+ dengan biaya tambahan dan di bioskop secara bersamaan.
Baca juga: Bintang Black Widow, Scarlett Johansson Luncurkan Merek Kecantikan
Sempat tertunda karena pandemi
Diberitakan sebelumnya, Black Widow sempat tertunda beberapa kali karena pandemi, awalnya, Black Widow dijadwalkan tayang pada Mei 2020.
Pada akhirnya, Black Widow resmi dirilis pada 9 Juli 2021.
Perilisan Black Widow menjadi kesuksesan langsung bagi Disney.
Baik untuk penayangan di bioskop dan streaming , film ini berhasil meraup 80 juta USD dalam pembukaannya di Amerika Utara melalui bioskop dan 60 juta USD secara global lewat layanan streaming di Disney+.
Masalah lain muncul ketika studio mengalihkan blockbuster utama mereka ke streaming saat pandemi berlanjut.
Contoh kasus: Warner Bros dilaporkan membayar bintang Gal Gadot dan sutradara Patty Jenkins masing-masing lebih dari 10 juta USD saat studio merilis Wonder Woman 1984 pada layanan streaming HBO Max serta bioskop pada Desember 2020.
"Bukan rahasia bahwa Disney merilis film seperti Black Widow langsung ke Disney+ untuk meningkatkan pelanggan."
"Strategi ini juga bisa meningkatkan harga saham perusahaan," kata pengacara Johansson.
Menurutnya, perusahaan bersembunyi di balik Covid-19 sebagai dalih untuk melakukannya.
"Tetapi mengabaikan kontrak artis yang bertanggung jawab atas keberhasilan filmnya sebagai kelanjutan dari strategi picik ini melanggar hak mereka dan kami berharap dapat membuktikannya di pengadilan," tegasnya.
Berita lain terkait Black Widow dan Film Marvel
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)