Tribun Seleb

Turki Dilanda Demam K-Pop, Pemerintah Lakukan Penyelidikan: Antisipasi Rusak Generasi Bangsa

Beberapa petinggi Turki juga menilai kalau K-Pop dapat mengancam nilai-nilai tradisional Turki.

Penulis: Mohammad Alivio Mubarak Junior
Editor: Willem Jonata
Turki Dilanda Demam K-Pop, Pemerintah Lakukan Penyelidikan: Antisipasi Rusak Generasi Bangsa
Soompi
Line up Bintang K-Pop yang bakal tampil di Dream Concert 2021. 

Sekarang, Kementerian Keluarga dan Layanan Sosial sedang melakukan penelitian terhadap K-Pop untuk menentukan apakah itu merupakan konten online berbahaya yang dapat berdampak negatif bagi kaum muda. 

Sebagai bagian dari penyelidikan ini, pemerintah memantau platform media sosial, termasuk Twitter dan YouTube.

"Band pop Korea membangkitkan kekaguman secara global dengan gambar dan gaya musik mereka yang berbeda dengan menggunakan media sosial secara efektif," ungkap salah satu pejabat di Turki kepada surat kabar Hürriyet.

Menurut data Twitter, Turki memiliki volume Tweet terkait K-Pop ke-19 tertinggi di dunia tahun lalu.

Tentu saja, banyak orang menanggapi klaim terhadap K-Pop dengan menyangkal bahwa genre itu berbahaya bagi anak muda. 

Sementara itu, penggemar K-Pop di Turki telah lama menentang sentimen anti-K-Pop dalam wawancara dengan media. 

Pada 2019 lalu, para penggemar mengatakan kepada Ahval News bahwa mereka melihat budaya Korea sebagai budaya yang mirip dengan budaya Turki mereka sendiri. 

Mereka juga mencatat manfaat tertarik pada K-Pop dan K-Drama, termasuk mengembangkan komunitas bersama dan dorongan untuk belajar bahasa kedua.

Saat penyelidikan berlanjut, banyak penggemar K-Pop Turki khawatir bahwa mereka akan segera dilarang mendengarkan lagu-lagu Korea atau berbicara tentang grup dan K-Drama favorit mereka secara online. 

Namun, pemerintah belum membuat pernyataan yang mengonfirmasi bahwa K-Pop akan dilarang di Turki.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas