Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Seleb
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Cerita Selebgram Petrick Sutrisno Jadi Korban Penganiayaan di Jalan Raya

Pelakunya, menurut selebgram Patrick Sutrisno, adalah oknum sopir kurir ekspedisi.

Cerita Selebgram Petrick Sutrisno Jadi Korban Penganiayaan di Jalan Raya
Instagram
Patrick Sutrisno yang baru saja membeberkan dugaan tindak kekerasan yang ia alami dari oknumu supir kurir ekspedisi. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Bayu Indra Permana

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Selebgram Petrick Sutrisno mengaku dirinya jadi korban penganiayaan di jalan raya. Pelakunya adalah oknum sopir kurir ekspedisi.

Petrick menceritakan kekerasan berupa pukulan dan tendangan di bagian kemaluannya ia alami setelah mobil oknum kurir tersebut menabrak mobilnya.

Seolah tak terima amarah dari Petrick yang mobilnya tertabrak, oknum tersebut turun dan memukul Patrcik.

"Saya mengalami kekerasan dari oknum Sicepat gebukin saya hingga mata kiri saya babak belur dan tulang hidung saya lecet, serta daerah kemaluan saya di tendang," kata Petrick Sutrisno kepada awak media, Sabtu (18/9/2021). 

Baca juga: Selebgram Dewi Biechu Punya Koleksi Mobil Mewah dan Berlian, Hobinya Kayak Hotman Paris

"Konologinya itu di lampu merah pada saat macet, mobil Sicepat tanpa hentinya klakson saya untuk gas di saat lampu merah dan posisi belokan saat itu ada angkot berada di tikungan jalan. (Mobil kurir) hingga menabarak kendaraan bagian bamper saya karena mobil tersebut mencoba untuk nyerempet dari samping kiri," jelasnya.

Petrick menjelaskan bahwa dirinya pun mengalami ancaman dari oknum kurir tersebut sebelum adanya tindak pemukulan.

"Saya disuru berhenti di samping jalan untuk diajak bicara taunya malah di ancem pake rokok dan digebuk lari," tambahnya.

Kejadian nahas itu dialami Petrick pada Jumat (17/9/2021) sore di kawasan Glodok Jakarta Barat, tak lama setelah itu ia pun langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polda Metro Jaya.

"Laporan sudah di terima oleh pihak kepolisian Polda Metro Jaya dan malam harinya juga saat hari kejadian 17 september 2021 itu saya di bawa untuk visum oleh polisi yang mendukung proses laporan ini," terangnya.

Dirinya menduga bahwa apa yang dilakukan oknum kurir tersebut karena tak terima ditegur setelah menabrak bamper mobilnya.

"Kurir tidak terima kalo saya menegur dia karena dia mengakibatkan mobil bemper saya penyok. Apalagi ketika saya mau merekam kejadian saat itu juga, muka saya dintonjok dan hp saya di banting," beber Petrick.

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas