Tribun Seleb

Wujudkan Mimpinya di Industri Musik, Widya Siregar Rilis Album ''Journey of a Soul''

Album Journey of a Soul bisa dibilang gambaran kehidupan yang dalam dunia nyata terdiri dari kesedihan maupun kegembiraan.

Penulis: bayu indra permana
Editor: Willem Jonata
Wujudkan Mimpinya di Industri Musik, Widya Siregar Rilis Album ''Journey of a Soul''
dok pribadi
Widya Siregar yang baru saja merilis album perdananya berjudul Journey of a Soul. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Bayu Indra Permana

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Widya Siregar merilis album  Journey of a Soul. Maka, satu dari beberapa impiannya terwujud.

Album ini menceritakan banyak hal tentang cinta baik itu suka dan duka, kecintaan pada sesama manusia, kecintaan terhadap apa yang diyakininya, hingga kecintaan akan sebuah keindahan yang muncul dalam setiap bait cerita kehidupannya. 

Semua itu dihadirkan oleh Widya dalam delapan lagu pilihan yang dihadirkannya di album perdananya itu. 

"Dalam penciptaan karya seni, sebagai pencipta saya ingin bebas berekspresi dan berimprovisasi. Journey of a Soul secara filosofis adalah seorang manusia mempunyai suatu perjalanan hidup, yang secara realita ada kesedihan dan ada kegembiraan," ujar Widya Siregar kepada awak media, Jumat (15/10/2021).

"Album ini bisa dibilang gambaran kehidupan yang dalam dunia nyata terdiri dari kesedihan maupun kegembiraan," ungkapnya.

Musisi dan budayawan Widya Siregar (kiri) bersama dengan Khrisna Siregar menunjukan album 'Widya Siregar & Friends' saat peluncuran di Jakarta, Senin (26/8/2019). Album bertajuk 'Widya Siregar & Friends' ini menghadirkan nuansa berbeda dengan mengusung genre pop progresif classic romantik yang berisikan delapan lagu klasik seperti Il Mondo, Love Me Tender hingga Tout Les Visage de Lamour. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Musisi dan budayawan Widya Siregar (kiri) bersama dengan Khrisna Siregar menunjukan album 'Widya Siregar & Friends' saat peluncuran di Jakarta, Senin (26/8/2019). Album bertajuk 'Widya Siregar & Friends' ini menghadirkan nuansa berbeda dengan mengusung genre pop progresif classic romantik yang berisikan delapan lagu klasik seperti Il Mondo, Love Me Tender hingga Tout Les Visage de Lamour. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Widya mencoba mencurahkan isi hatinya dengan menciptakan suatu lagu mengenai perpisahan sepasang kekasih yang disebabkan karena situasi dan kondisi tertentu, hingga tidak mungkin untuk bersama kembali.  

Kekasih yang pergi tak kembali meninggalkan kenangan indah namun kepergiannya membuat kepedihan yang mendalam di hati pasangan yang ditinggalkan, sehingga kekasih yang pergi itu bagaikan sebuah bayang-bayang gelap (Dark Shadow), bayang-bayang kenangan yang membuat kepedihan mendalam di hati. 

Kemudian ada lagu La Silueta yang dikedepankan Widya Siregar dalam nuansa pop klasik yang everlasting. Lalu ada lagu dalam lirik bahasa Spanyol, La Playa Fiesta. 

Baca juga: Duo Kakak Beradik Junith dan Yulia Rilis Single Mutiara Wanita

Baca juga: Coldplay Rilis Video Musik My Univers, Single Kolaborasi Bersama BTS

Lagu ini dikemas dalam format medium beat dan mengalun dalam nuansa musik yang fun. 
    
“Saya menghadirkan lagu-lagu di album ini dalam bahasa asing, bukan berarti nggak suka bahasa Indonesia," ungkap Widya.

Musisi dan budayawan Widya Siregar (kiri) bersama dengan Khrisna Siregar memberikan penjelasan saat peluncuran album 'Widya Siregar & Friends' di Jakarta, Senin (26/8/2019). Album bertajuk 'Widya Siregar & Friends' ini menghadirkan nuansa berbeda dengan mengusung genre pop progresif classic romantik yang berisikan delapan lagu klasik seperti Il Mondo, Love Me Tender hingga Tout Les Visage de Lamour. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Musisi dan budayawan Widya Siregar (kiri) bersama dengan Khrisna Siregar memberikan penjelasan saat peluncuran album 'Widya Siregar & Friends' di Jakarta, Senin (26/8/2019). Album bertajuk 'Widya Siregar & Friends' ini menghadirkan nuansa berbeda dengan mengusung genre pop progresif classic romantik yang berisikan delapan lagu klasik seperti Il Mondo, Love Me Tender hingga Tout Les Visage de Lamour. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

"Saya melihat bahasa-bahasa asing yang dihadirkan di album ini sebagai eksistensi manusia yang diciptakan Tuhan untuk hidup berbangsa dengan berbagai bahasa, jelas penyanyi yang mengidolai Julio Iglesias ini," tambahnya.   

Baca juga: Dirawat di RS, Oddie Agam Belum Sadarkan Diri, Istri Ungkap Riwayat Penyakit Sang Musisi

Album Journey of a Soul dirancang Widya Siregar bersama keyboardist Jazz, Fusion Stuff, Krishna Siregar sebagai arranger musiknya. 

Dalam prosesnya, sejumlah musisi ikut andil dalam memuluskan komposisi album yang berisikan 8 track ini. Di antaranya, Damez Nababan (brass section), Jeane Phialsa (drum), Kadek Rihardika (rhythm section), Michael Pentury (vokal) dan Nobel Anakotta (vokal).
  
Hadirnya album Journey of a Soul, Widya Siregar berharap bahwa musik yang dihadirkannya bisa menjadi soundtrack kehidupan banyak penikmat musik di manapun berada. 

“Saya berharap dengan dirilisnya album ini khasanah musik di Indonesia akan lebih beragam dengan musik berbagai nuansa, bahasa, dan irama, baik itu latin, eropa, hingga barat," katanya.

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas