Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Seleb
LIVE ●

Pakar Epidemiologi Sebut Pentingnya Intensif Vaksin Booster

Tak menutup kemungkinan sebagian orang malas untuk booster di tengah situasi semakin normal. Meski pada dasarnya pandemi belum berkahir.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
zoom-in Pakar Epidemiologi Sebut Pentingnya Intensif Vaksin Booster
Tribunnews/JEPRIMA
Vaksinator menyuntikkan vaksin booster kepada warga yang diselenggarakan oleh Ditlantas Polda Metro Jaya di Pasar Induk Kramatjati, Rabu (6/4/2022). Gerai vaksin booster digelar di Pasar Induk Kramatjati dengan vaksin jenis Pfizer, astrazeneca dan sinovac dengan 500 dosis. Tribunnews/Jeprima 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pakar Epidemiologi Griffith University Dicky Budiman mengungkapkan strategi booster perlu intensif lebih besar. 

Perlu alasan yang lebih kuat untuk melaksanakan booster.

Karena, menurut dia, bisa saja ada rasa malas untuk melakukan booster di tengah situasi semakin normal. Meski pada dasarnya pandemi belum berkahir. 

Karenanya menjadi tugas negara memberikan data misalnya terkait pasien yang masih ada dirawat rumah sakit.

Selain itu masih ada orang-orang yang terinfeksi. Masih ada pasien yang meninggal sebagian besar karena belum divaksin.

Baca juga: Cara Daftar Vaksin Booster untuk Syarat Perjalanan Mudik dari Pemerintah

"Ini harus disajikan dan masih kurang. Kemudian juga bicara masalah booster, harus ada intensif dari pemerintah,"ungkapnya pada Tribunnews, Kamis (7/4/2022).

Rekomendasi Untuk Anda

Intensif yang dimaksudkan adalah pemerintah perlu menyediakan tempat, fasilitas penyedia vaksin booster

Begitu juga dengan opsi dari booster sendiri yang karena ada beberapa jenis vaksin yang digunakan. Di antaranya Moderna, Pfizer, atau ada pilihan lain disajikan pemerintah. 

Tentunya dengan menyampaikan fakta sains dan pendukung.

Selain itu Dicky mengingatkan satu hal meskipun terkesan sepele namun berpengaruh. 

"Ini masalah insentif atau masalah dukungan pada fasilitator. Vaksinator kita sudah luar biasa. Bekerja keras dari 2021 sampai 2022. Dan sekarang vaksin booster," kata Dicky menambahkan.

Menurutnya pada fasilitator vaksinasi Covid-19 bisa didukung, terutama mereka yang mendapatkan insentif kurang.

Insentif bisa juga dengan memberikan penghargaan, dukungan atau mekanisme yang melibatkan banyak relawan.

"Sehingga booster bisa dikejar akselarasi. Karena penting. Sekali lagi dipahami masyarakat dan semua pihak. Vaksinasi booster harus dinarasikan seperti itu terutama pada kelompok rawan dan berisiko," pungkasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas