Kabar Marshanda Hilang Ditanggapi Sinis Beberapa Netizen, Sahabat Geram, Singgung Isu Mental Health
Kabar Marshanda hilang di Los Angeles, membuat terkejut banyak orang. Bukan hanya keluarga dan sahabat, tapi juga netizen di Indonesia.
Editor: Willem Jonata
TRIBUNNEWS.COM - Kabar Marshanda hilang di Los Angeles, Amerika Serikat, membuat terkejut banyak orang. Bukan hanya keluarga dan sahabat, tapi juga netizen di Indonesia.
Namun, sebagian netizen menanggapi sinis kabar hilangnya Marshanda. Mereka seolah tak mempercayainya.
Hal itu diketahui dari kolom komentar postingan Instagram Story Sheila Salsabila, sahabat Marshanda, yang pertama kali mengumumkan bahwa sang artis hilang di Los Angeles.
"Emang benar Caca hilang? Ah nggak masuk akal," demikian komentar seorang netizen, seperti dikutip Grid.Id, Senin (27/6/2022).
Komentar bernada sinis itu langsung ditanggapi oleh Sheila Salsabila dengan penuh kecewa.
Baca juga: Kronologi Marshanda Hilang di Los Angeles: Sang Artis Linglung, Sempat Utarakan Niat ke Las Vegas
"Aku berharap 'mental health itu masuk akal'," balas Sheila yang hingga saat ini berusaha mencari tahu keberadaan Marshanda.
"Hilangnya betulan atau cuma bercanda ini?" tulis netizen lainnya di kolom komentar.
"Nggak lucu banget bercandanya @marshanda99," sahut Sheila Salsabila.

Marshanda hilang di Los Angeles pertama kali diketahui dari postingan Sheila Salsabila, Senin (27/6/2022).
Sheila Salsabila menuliskan keterangan bahwa Marshanda telah hilang selama 2 hari.
"Dicari day 2 @masrshanda99," tulis Sheila Salsa dalam postingan Instagram Story-nya tersebut.
Pada postingan yang lain, Sheila Salsabila mengabarkan bahwa Marshanda hilang di Los Angeles, California, dalam keadaan manic episode.
Baca juga: Dengar Kabar Marshanda Hilang di Los Angeles, Denny Sumargo Cemas
"Kehilangan warga Indonesia untuk pertama kalinya di Los Angeles, California, Amerika Serikat," tulis Sheila Salsabila.
"Dia berada dalam manic episode (Psikosis: Keadaan pikiran yang berubah - gangguan bipolar)" jelasnya.
Marshanda hilang dalam kondisi manik
Sheila juga menerangkan bahwa Marshanda dinyatakan hilang dalam kondisi fase manik akibat penyakit bipolar yang diidapnya.
Hal inilah yang membuat sahabat Marshanda tersebut merasa khawatir karena takut jika Caca akan melakukan hal berbahaya pada dirinya.
Sebab, fase manik episode ini dapat berbahaya jika tak ditangani dengan tepat karena si penderita akan kehilangan kontrol terhadap dirinya sendiri.
Dikutip dari sejumlah literatur, episode manik atau mania adalah periode yang ditandai dengan peningkatan mood dan merasa bergembira yang terjadi secara tak wajar.
Episode maniakjuga ditandai perilaku berlebihan, pikiran yang berkelebat, mudah terdistraksi, serta dapat disertai gejala psikosis (halusinasi dan delusi).

Kondisi tersebut dapat berlangsung selama seminggu atau lebih. Terkadang diselingi dalam periode depresi yang menjadi lawan dari mania.
Pada episode depresi, penderitanya mengalami lelah mental, sedih berlebihan, dan keputusasaan.
Saking panik dan khawatirnya dengan kondisi Marshanda, Sheila sampai meminta bantuan kepada Presiden Jokowi dan Presiden Amerika Serikat, Joe Biden.
"Mohon bantuannya Pak Jokowi. Kemarin dia sebut-sebut nama bapak dan Joe Biden," tulis Sheila dikutip dari akun Instagramnya.
Sejak hilangnya Marshanda, Sheila juga mengungkapkan jika saat video call terakhir mereka, sang sahabat bertingkah aneh dengan mengungkapkan sesuatu yang tak dimengerti.
"Ini video terakhir kita kemarin, ada yang ngerti Caca ngomong apa? Waktunya untuk mati?" tulisnya.
Baca juga: Cerita Denny Sumargo Tentang Kondisi Marshanda Saat Terakhir Mereka Berjumpa
Diketahui bahwa Marshanda juga sempat menjadi bintang tamu dalam acara podcast milik Denny Sumargo.
Dalam podcast tersebut, beberapa kali Marshanda juga tampak menyinggung soal kematian setelah dirinya divonis mengidap tumor payudara.
Cerita Marshanda tentang kondisi kejiwaannya
Selebriti Andriani Marshanda atau kerap disapa Caca menceritakan pengalamannya saat mengidap gangguan kesehatan mental bipolar.
Bahkan, wanita kelahiran 10 Agustus 1989 itu mengalami depresi hingga berada di fase terburuk.
Meski berada di fase terburuk, Marshanda tak pernah memiliki niat untuk mengakhiri hidupnya.
"Fase terparah dengan kondisi aku ini, aku nggak pernah punya niat untuk commit suicide nggak."
"Tapi aku pernah depresi banget sebelum aku sadar kayak 'Ca lo tuh seharusnya udah stop jangan maksain dan lo minta naikin dosis sekarang juga, telepon psikiater lo," ujar Marshanda dikutip dari YouTube Uya Kuya TV, Minggu (29/5/2022).
Marshanda pun juga sempat menulis surat yang berjudul Let Me Go.
Awalnya Marshanda tak berniat untuk memberi tahu isi surat itu kepada siapapun.
Namun, akhirnya ia kirim surat itu ke sang adik.
"Terus aku sempet ada poin yang aku tulis surat judulnya 'Let Me Go'.
"Tadinya aku mikir nggak mau dikirim ke siapa-siapa, cuma gue mikir kalau udah kejadian siapa yang mau baca?."
"Orang pesannya ada di note hape gue doang ke lock pula."
"Aku kirim ke adikku lewat email soalnya kan bisa aku pending, mikir-mikir dulu gitu, 6 bulan lagi deh."
"Ketika aku ada di titik terendah itu, ini naudzubillah min dzalik, tapi kalau memang takdir ya di luar kuasa ku juga, pada waktu itu aku berharap ada something yang terjadi sama aku," ujar wanita usia 32 tahun itu.
Setelah menulis surat tersebut Marshanda merasa lega.
Bahkan, menurutnya bagi orang yang depresi seperti dirinya, hidup itu rasanya sakit.
Sehingga kematian adalah rezeki yang ditunggunya.
"Setelah nulis itu, rasanya damai waktu itu."
"Jadi ketika orang depresi banget, ngerasa hidup tuh rasanya sakit aja."
"Kematian, kalau dikasih rezeki kematian sama Allah, kematian itu rezeki yang aku tunggu-tunggu."
"Dan itu akan memberikan aku jalan keluar dari hidup yang judulnya sakit setiap hari," terang Marshanda.
Marshanda juga merasa saat dirinya mengalami depresi berat, ia tak memiliki kekuatan.
"Orang yang sudah serendah itu kehancurannya kaya udah ngga punya kekuatan untuk menampung," katanya.
*Disclaimer:
Sebagai informasi, seseorang yang depresi kerap merasa bahwa dirinya rendah dan tak pantas untuk hidup di dunia.
Jika kalian ada tendesi untuk bunuh diri, kalian bisa menghubungi nomor darurat ini. Berikut adalah hotline cegah bunuh diri yang dapat dihubungi:
Into The Light Into adalah komunitas inklusif yang digerakkan oleh orang muda lintas identitas yang menjunjung tinggi pendekatan program berbasis bukti dan hak asasi manusia.
Into The Light berfokus pada upaya pencegahan bunuh diri dan kesehatan jiwa kepada remaja beserta populasi khusus lain. Semua kegiatan yang dilakukan sesuai dengan moto Into The Light, yaitu untuk menghapus stigma, peduli sesama, dan sayangi jiwa.
Kalian dapat menghubungi komunitas ini melalui email intothelight.email@gmail.com atau langsung membuka laman ‘Pendampingan’ dalam situs mereka https://intothelightid.wordpress.com/.
Selain itu, kalian dapat mencari mereka lewat akun sosial media mereka di Twitter, Facebook, Instagram dengan @intolightid.