Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Seleb
LIVE ●

Remaja Jangan Sering Begadang, Bisa Merusak Mood hingga Depresi

Remaja masa kini punya kebiasaan begadang biasanya karena aktivitas mereka di media sosial.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
zoom-in Remaja Jangan Sering Begadang, Bisa Merusak Mood hingga Depresi
Hai
Begadang 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kurang tidur di kalangan remaja biasanya imbas dari kebiasaan begadang.

Padahal, remaja butuh jam tidur yang cukup. Setidaknya, dalam satu hari remaja butuh tidur 8-10 jam. 

Menurut dr Santi dari Medical Center Kompas Gramedia group sering begadang ternyata bisa berujung pada gangguan mood hingga depresi

"Remaja kurang tidur, dampaknya tidak cuma mental, mengganggu mood dan kesehatan raganya. Tubuh, jiwa dan mood semua mengalami gangguan,"ungkapnya pada kanal YouTube Sonora FM dilansir, Rabu (13/2/2024). 

Bahkan, begadang yang berkelanjutan bisa berujung pada depresi dan kesehatan mental. 

"Orang bisa depresi atau mudah tersinggung. Mudah menangis, mood turun naik, jelek atau pemarah. Gangguan mental bisa," tambahnya. 

Rekomendasi Untuk Anda

Lebih lanjut, dr Santi mengulas apa yang jadi penyebab remaja saat ini sering melakukan aktivitas begadang

Pertama, bisa disebabkan aktivitas media sosial yang terlalu tinggi. 

Konten yang disajikan di media sosial membuat penggunanya tidak bisa lepas. 

Baca juga: Sering Begadang Berisiko Diabetes, Dokter Beri Penjelasan 

"Di mana dengan algoritma di gawai kita, menyajikan apa-apa yang disukai. Sehingga sulit untuk menolaknya.  Membuat waktu tidur dikorbankan," tambahnya. 

Kedua, bisa juga beban kehidupan atau tugas sekolah yang saat ini dirasa cukup berat. 

"Jadi remaja sekarang bebannya luar biasa. Sering kali tugas, ulangan waktu 24 jam tidak cukup. Begadang pun (tugas) tidak selesai. Esok hari juga harus pergi ke sekolah," tambahnya. 

Ketiga, belum lagi tuntutan orangtua yang memberikan tekanan pada anak. 

Tekanan ini juga memberikan pengaruh pada kualitas tidur anak

"Lalu ada hobi kebiasaan mengopi. Atau bisa karena gangguan tidur,depresi, kecemasan, bipolar, atau dia makan obat-obatan tertentu yang berefek samping menganggu tidur," tutupnya. 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas