Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Seleb
LIVE ●

Hubungan Indonesia dan Timor Leste Segera Difilmkan, Sutradaranya Deddy Mizwar

Indonesia dan Timor Leste adalah dua negara yang berada di kawasan Asia Tenggara dengan kebudayaan yang hampir mirip.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Hubungan Indonesia dan Timor Leste Segera Difilmkan, Sutradaranya Deddy Mizwar
Tribunnews.com/ Alivio
Penandatangan perjanjian kerjasama produksi film persahabatan Indonesia-Timor Leste di Gedung Artha Graha, SCBD Sudirman, Jakarta. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, M Alivio Mubarak Junior

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indonesia dan Timor Leste adalah dua negara yang berada di kawasan Asia Tenggara dengan kebudayaan yang hampir mirip.

Bagaimana tidak, Timor Leste dahulunya sempat menjadi bagian dari Indonesia.

Hingga akhirnya Timor Leste memutuskan untuk merdeka dari Indonesia pada 1999.

Kedekatan dan hubungan antara dua negara ini pun rencananya akan dibuatkan film.

Adapun Deddy Mizwar akan menjadi sutradara dalam film ini.

"Film ini tidak akan mengungkit-ungkit luka lama akibat konflik masa lalu," kata Deddy Mizwar di kawasan SCBD Sudirman, Jakarta, Rabu (7/8/2024).

Rekomendasi Untuk Anda

"Tapi menggabungkan cerita tentang pencarian jati diri dengan pesan universal tentang kemanusiaan, cinta, dan pentingnya menyatukan kembali keluarga yang terpisah akibat perang," lanjutnya.

Sementara itu film ini di produseri oleh Letjen TNI (Purn) Kiki Syahnakri dan diproduksi  PT. Demi Gisela Citra Sinema bekerjasama dengan PT. Aksa Bumi Langit. 

Rencananya proses produksi akan dilakukan 70 persen di Timor Leste dan akan menampilkan keindahan alam serta kekayaan budaya Timor Leste

"Ini tantangan tersendiri, namun dengan berbekal pengalaman panjang dalam produksi film, kita percaya dapat menghadirkan nuansa yang berbeda dari film-film yang kini beredar di Indonesia," kata dr. Chandra Sembiring dari PT. Aksa Bumi Langit.

Film ini akan mengangkat kisa nyata tentang seorang putra eks panglima Falintil (sayap militer Fretilin) yang ditemukan dan diangkat-anak oleh prajurit TNI/Polri, lalu dirawat-dibesarkan tanpa mengetahui asal usulnya.

Setelah 27 tahun, akhirnya anak tersebut dapat dipertemukan kembali dengan ayah kandungnya di Dili.

Produksi film ini juga mendapatkan dukungan dan persetujuan dari Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao, Wakil Perdana Menteri  Francisco Kalbuadi Lay dan Letjen (Purn) Lere Anan Timur.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas