Beda Pendapat Soal Direct License, Ahmad Dhani Sebut Ariel NOAH Egois
Ahmad Dhani selaku Dewan Pembina AKSI menyebut bahwa Ariel tercipta bukan untuk memikirkan nasib orang lain.
Penulis:
Bayu Indra Permana
Editor:
Willem Jonata
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Bayu Indra Permana
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ahmad Dhani dengan tegas menyebut bahwa Ariel NOAH hanya memikirkan sendiri atau egois.
Hal itu karena Ariel selaku wakil ketua Vibrasi Suara Indonesia (VISI) berkomentar soal direct license dan mengutarakan ketidaksetujuannya.
Ahmad Dhani selaku Dewan Pembina AKSI menyebut bahwa Ariel tercipta bukan untuk memikirkan nasib orang lain.
Baca juga: Ariel Noah Persilakan Siapapun Nyanyikan Lagunya Tanpa Perlu Izin, Ahmad Dhani: Jangan Sok Kaya
"Ariel itu artinya dia memikirkan diri sendiri," tegas Ahmad Dhani dalam konferensi pers yang digelar di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, (21/3/2025).
"Dia memang tidak tercipta memikirkan orang lain," katanya.
Dhani mengatakan bahwa urusan perjanjian tidak hanya diatur oleh pemerintah, sehingga itu jadi landasan untuk direct license.
"Sebenarnya sama, pencipta lagu dan pencipta bisa berdiskusi sendiri semenjak adanya UU Hak Cipta tadi tahun 2014 di Pasal 81 sudah jelas," beber Dhani.
"Bahwa khusus perjanjian lain itu bisa bisa dilakukan pencipta dan pengarang lagu, tidak perlu diatur pemerintah," ujarnya.
Dhani mengatakan bahwa para musisi jangan bersikap manja dan kekanak-kanakan dengan menunggu pemerintah mengatur hak ekonomi para penyanyi.
"Jadi Ariel dan kawan-kawan jangan cengeng, jangan kekanak-kanakan, nggak perlu pemerintah untuk mengatur pengaturan hak ekonomi pencipta yang digunakan oleh para penyanyi, nggak perlu," beber Ahmad Dhani.
Ariel NOAH sempat mengungkapkan ketidaksetujuannya soal penerapan direct license yang diinisiasi oleh AKSI.
"Satu tanggapan saya adalah direct license kan belum diatur oleh negara, sedangkan yang kita pakai, yang kita laksanakan, yang berani kita laksanakan adalah yang sudah diatur oleh negara," kata Ariel NOAH ditemui di kawasan SCBD, Jakarta Selatan belum lama ini.
"Memang kan gak dilarang (direct license), 'Ya kalau gak dilarang boleh aja,' ya memang, cuma aturannya gimana gitu kan," terusnya.
Baca tanpa iklan