Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Seleb
LIVE ●

Mengenali Beda Makan karena Lapar dan Emotional Eating

Emotional eating sendiri adalah kondisi ketika seseorang makan, bukan karena lapar.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
zoom-in Mengenali Beda Makan karena Lapar dan Emotional Eating
INSTAGRAM/@riungbotram
ILUSTRASI Makan bersama dengan daun pisang. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Setiap orang butuh makan. Tanpa makan, tubuh tidak punya energi untuk melakukan aktivitas. 

Namun, kamu perlu bijak saat mengonsumsi makanan. Jika makan melampaui kebutuhan, maka malah bisa beri dampak yang tidak baik bagi tubuh. 

Karenanya, disarankan untuk makan sesuai dengan kebutuhan, bukan karena emotional eating atau mood. 

Emotional eating sendiri adalah kondisi ketika seseorang makan, bukan karena lapar. Tapi, untuk meredakan tekanan emosional yang sedang dirasakan.

Baca juga: 6 Manfaat Air Lemon Dalam Keberhasilan Dietmu, Rendah Kalori dan Bisa Menekan Rasa Lapar

Orang yang mengalami emotional eating perasaanya akan lebih lega ketika menghabiskan banyak makanan. 

Kondisi itu bisa dialami siapa saja, anak-anak sampai lanjut usia. Lantas bagaimana cara membedakannya? 

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut Ahli Gizi & Founder Komunitas Gizi Nusantara Esti Nurwanti, S.Gz, RD, MPH, Ph.D, ada beberapa perbedaan yang bisa dikenali. 

Pertama, tahap fisik biasanya datang secara bertahap. 

Misalnya, setelah sarapan jam 7 pagi, kamu akan merasa lapar lagi di jam 10. Kondisi ini, kata Esti termasuk wajar. 

"Beda halnya karena emosi, datang secara tiba-tiba," ungkapnya pada Media Gathering State of Snacking 2024 Mondelez, Ungkap Tren dan Kebutuban Ngemil Terbaru di Jakarta Selatan, Kamis (15/5/2025).

Sebagai contoh, setelah marah atau menangis, tiba-tiba muncul dorongan ingin makan. 

Kedua, orang yang makan karena rasa lapar biasanya akan mengonsumsi makanan sesuai kebutuhan. 

Berbeda dengan emosional eating, biasanya makanan yang dikonsumsi bisa melebihi dari apa yang dibutuhkan. 

Biasanya makanan yang ingin dikonsumsi mengikuti suasana hati. Merasa sedih ingin makanan yang manis. Atau merasa lelah, tiba-tiba ingin makan yang gurih. 

Ketiga, orang yang makan karena lapar, biasanya makan dengan porsi yang sesuai.

"Kalau karena emosi (biasanya) tidak ada filter. Makan banyak, sampai habis berapa kemasan. Porsinya lebih banyak emosional eating," tutupnya. 

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas