Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Seleb
LIVE ●

Tak Terima Rumahnya Akan Dibongkar, Atalarik Syach dan Pihak Pemohon Eksekusi Berdebat

Keluarga artis Atalarik Syach terlihat berdebat. Ia tak terima rumahnya yang ia tempati selama lebih dari 20 tahun akan dibongkar. 

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Tak Terima Rumahnya Akan Dibongkar, Atalarik Syach dan Pihak Pemohon Eksekusi Berdebat
Tribunnews.com/Bayu Indra Permana
RUMAH ATALATIK DIBONGKAR - Atalarik Syach saat berdialog dengan perwakilan dari PT Sapta yang ingin melakukan eksekusi rumahnya. Atalarik Syach di kawasan Cibinong Kabupaten Bogor, Jumat (16/5/2025) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Bayu Indra Permana

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aktor senior Atalarik Syach harus menelan pil pahit setelah rumah yang ia tempati selama lebih dari 20 tahun dibongkar akibat sengketa lahan.

Keluarga artis Atalarik Syach terlihat berdebat. Ia tak terima rumahnya akan dibongkar. 

Baca juga: Atalarik Syach Ungkap Kronologi Rumahnya Dieksekusi PN Cibinong, Buntut Masalah Sengketa Tanah


Atalarik Syach terlihat berdebat saat perwakilan PT Sapta, pihak yang akan melakukan ekskusi pembongkaran rumah.

Lazuardi Hasibuan dari PT Sapta menegaskan bahwa eksekusi tidak bisa terus-menerus ditunda. 

“Gini aja, ini (eksekusi) harus dilakukan. Kalau bicara terus nggak ada ujungnya,” ucap Lazuardi di kediaman Atalarik Syach di kawasan Cibinong Kabupaten Bogor, Jumat (16/5/2025).

Menanggapi hal tersebut, Atalarik menyampaikan bahwa pihaknya sudah menunjukkan itikad baik dengan menyepakati pengurangan masa tenggang. 

Niat Atalarik Syah pergi umrah bersama anak-anaknya terkendala izin Tsania Marwa.
Niat Atalarik Syah pergi umrah bersama anak-anaknya terkendala izin Tsania Marwa. (YouTube Intens Investigasi)
Rekomendasi Untuk Anda

“Loh, kan itu dari tiga bulan jadi satu bulan kan sesuai dengan anjuran kalian. Kemarin kan ada pembicaraan dari tiga bulan jadi sebulan,” ujar Atalarik.

Namun Lazuardi membalas dengan menuntut penghargaan terhadap tim eksekusi yang sudah bersiap di lapangan. 

“Ini tim udah siap semua, loh, Pak. Hargai mereka dong. Jangan jadinya Bapak datang seolah-olah menghalang-halangi,” kata Lazuardi.

Perdebatan pun berlanjut karena Atalarik menegaskan bahwa kehadirannya bukan untuk menghalangi, melainkan membuka ruang negosiasi. 

Ia juga mengeluhkan pemberitahuan mendadak mengenai pembayaran yang disebutnya terlalu besar dan sulit dipenuhi dalam waktu singkat.

“Kalau tadi malam tiba-tiba mendadak harus mengeluarkan uang segitu besar, jujur nggak sanggup,” ujar Atalarik.

Di tengah diskusi yang makin panas, Lazuardi menuntut kejelasan realisasi dari pihak Atalarik. 

Namun Atalarik menegaskan bahwa mereka sudah menyepakati harga dan kini hanya meminta waktu tambahan untuk membicarakan teknis pembayaran.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas