Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Seleb
LIVE ●

Ario Bayu Tanggapi Polemik Hilangnya Logo Badan Perfilman Indonesia di FFI 2025

Ketua Komite Festival Film Indonesia (FFI) 2025, Ario Bayu angkat bicara terkait hilangnya logo Badan Perfilman Indonesia (BPI) di ajang FFI 2025.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Ario Bayu Tanggapi Polemik Hilangnya Logo Badan Perfilman Indonesia di FFI 2025
Tribunnews.com/ Alivio
Ario Bayu ditemui usai jumpa pers peluncuran FFI 2024 di kawasan Senayan, Jakarta Pusat. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Bayu Indra Permana

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Komite Festival Film Indonesia (FFI) 2025, Ario Bayu angkat bicara terkait hilangnya logo Badan Perfilman Indonesia (BPI) dari identitas resmi ajang FFI tahun ini. 

Perubahan ini sempat menuai polemik dan memicu reaksi keras dari pihak BPI yang merasa dikhianati sebagai badan yang selama ini menaungi FFI.

Baca juga: Reza Rahadian Belum Berani Komentar Soal MoU BPI dan Polri

Ketidakhadiran logo BPI mencuat ke publik setelah peluncuran resmi FFI 2025, dan sontak menjadi perbincangan hangat di media sosial. 

Ario Bayu hanya memberikan tanggapan singkat ketika dikonfirmasi soal hal tersebut.

"Kami akan memakai nanti logo-logo semua teman-teman yang mendukung kita ke depannya,” ujar Ario Bayu di kawasan Senayan Jakarta Pusat, Selasa (1/7/2025).

Baca juga: 3 Artis Indonesia yang Melenggang di Red Carpet Festival Film Cannes 2025, Ada Cinta Laura

Namun, ia menegaskan bahwa dirinya tak ada kapasitas untuk menjelaskan sepenuhnya mengenai dinamika yang terjadi antara FFI dan BPI.

Rekomendasi Untuk Anda

"Sayangnya, mungkin saya bukan orang yang tepat untuk menjelaskan mengenai apa yang terjadi sama BPI," katanya.

"Karena saya bukan perwakilan BPI. Jadi, saya tidak bisa mewakili,” lanjut Ario Bayu.

Ario menambahkan bahwa FFI akan terus berjalan sesuai mandat yang diberikan, termasuk dari Kementerian Kebudayaan.

Meski polemik terjadi, Ario menegaskan bahwa fokus utama FFI tidak berubah yakni memberikan ruang apresiasi terbaik bagi film-film Indonesia.

"Bagi kami, inklusivitas itu menjadi satu prinsip dasar di mana kita terus memeluk teman-teman yang ingin mendukung kelancaran perfilman Indonesia,” tuturnya.

"Sayang sekali kalau kita sedikit berbelok kepada objektifitas utamanya, yaitu FFI hadir untuk mempromosikan dan terus memberikan kepercayaan kepada publik bahwa film-film tahun inilah yang pantas diberikan penghargaan," terang Ario Bayu.

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas