Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Seleb
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Hari Ini Larung Jenazah Ayahanda di Laut, Sarwendah Sewa Kapal Kapasitas 70 Orang

Sarwendah berduka. Hendrik Lo, ayahandanya, meninggal dunia. Jenazah Hendrik disemayamkan di rumah duka Grand Heaven Pluit.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Willem Jonata
zoom-in Hari Ini Larung Jenazah Ayahanda di Laut, Sarwendah Sewa Kapal Kapasitas 70 Orang
Wartakotalive.com/ Arie Puji Waluyo
DUKA SARWENDAH - Sarwendah berduka. Ayahandanya Hendrik Lo meninggal dunia. Jenazahnya disemayamkan di rumah duka Grand Heaven Pluit, Jakarta Utara, Rabu (23/7/2025). 

TRIBUNNEWS.COM - Proses kremasi Hendrik Lo, ayah Sarwendah, digelar rumah duka Grand Heaven Pluit, Jakarta Utara, Rabu (23/7/2025).

Agenda selanjutnya melarung abu jenazah Hendrik Lo di laut Jakarta Utara.

"Kami sudah sewa kapal kapasitas 70 orang," kata Sarwendah.

Larung abu jenazah Hendrik Lo, nantinya hanya dihadiri keluarga besar dan kerabat dekatnya.

"Karena memang maunya intimate," sambung Sarwendah

Baca juga: Tatapan Kosong Sarwendah saat Ikuti Upacara Pedang Pora Iringi Prosesi Kremasi Ayah 

Mantan personel Cherrybelle itu mengakui alasan dirinya melarungkan abu ke laut, karena ingin sang ayah bisa merasakan sebuah perayaan di atas kapal.

"Jadi kemarin mami aku merayakan ulang tahun di atas kapal pinisi sementara papi belum. Papi tuh pengin banget dirayain disana (atas kapal)," jelasnya.

Rekomendasi Untuk Anda

"Jadi aku mau di momen terakhir ini papa bisa merasakan lah apa yang mama rasakan, jadi kami sewa kapal buat larung abu di laut," tambahnya.

Wenda mengakui sebelum melakukan kremasi, ia dan keluarganya menjalani tradisi chinese lain, yakni membakar sebuah rumah atau yang disebut sebagai linwuk.

Sebelumnya, Sarwendah mengakui sempat kebingungan apakah memakamkan atau kremasi jenazah sang ayah, Hendrik Lo

Sarwendah menyebut ayah dan ibunya sempat berdebat membahas masalah ini sebelum Hendrik meninggal dunia.

"Ya papi maunya dikremasi, mami maunya dikubur, tapi pas kita cari, lihat tempatnya ternyata papi suka kalau dikremasi, dan mami juga belinya yang double, gak pengin juga suatu saat mami maunya ditaro bareng," ujar Sarwendah. (Arie Puji Waluyo/ Wartakotalive.com)

Sumber: Warta Kota
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas