Roma Dibuat Kecewa, .Feast Mundur dari Pestapora 2025
Roma kecewa .Feast batal tampil di Pestapora 2025 akibat kontroversi sponsor Freeport, meski sudah beli tiket sejak pagi.
Penulis:
M Alivio Mubarak Junior
Editor:
Glery Lazuardi
TRIBUNNEWS.COM - Roma, penonton asal Tanjung Priok, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya saat mengetahui grup musik .Feast batal tampil di hari ketiga Pestapora 2025 pada Minggu (7/9/2025).
Meski sudah membeli tiket dan datang sejak pagi, Roma hanya bisa menikmati penampilan musisi lain sambil menahan rasa kecewa.
Keputusan mundurnya .Feast dan sejumlah musisi lain dipicu kontroversi sponsor PT Freeport Indonesia, yang sempat terlibat dalam penyelenggaraan festival.
Roma merupakan salah satu fans yang kecewa terhadap Pestapora 2025. Dia sudah beli tiket untuk menonton musisi idola, namun apa yang terjadi justru sebaliknya.
Dia tidak dapat melihat Feast manggung dan terpaksa menyaksikan musisi lainnya pentas.
"Iya sebenernya saya ke sini pengin lihat .Feast,” kata dia, ditemui di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Minggu (7/9/2025).
.Feast adalah grup musik rock asal Indonesia yang terbentuk pada tahun 2012 oleh sekelompok mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia.
Mereka dikenal dengan gaya musik yang menggabungkan rock alternatif, progresif, indie, dan elektronik, serta lirik yang kerap menyuarakan isu sosial, politik, dan keresahan generasi muda.
Profil Singkat .Feast
Asal: Jakarta, Indonesia
Genre: Rock alternatif, progresif, indie, elektronik
Anggota aktif:
Daniel Baskara Putra (vokal, juga dikenal sebagai Hindia)
Adnan Satyanugraha Putra
Dicky Renanda Putra
Fadli Fikriawan Wibowo
Label: Sun Eater, Karma, Leeds
Debut: Single “Camkan” (2014), yang mengangkat isu kebebasan beragama
Karya-Karya Penting
Album Multiverses (2017)
Mini album Beberapa Orang Memaafkan (2018)
Album Abdi Lara Insani (2022), pemenang Album Rock Terbaik di Anugerah Musik Indonesia
.Feast menambahkan titik di depan nama mereka sebagai simbol pembeda dan filosofi bahwa musik mereka adalah “perayaan atas tragedi, kemenangan, atau hal apapun”. Mereka sering berkolaborasi dengan musisi lintas genre dan dikenal karena keberanian menyuarakan kritik sosial melalui musik.
Namun di Pestapora 2025, .Feast batal manggung.
Selain itu, daftar musisi yang memilih mundur di hari ketiga antara lain Keep It Real, .Feast, Gnarly Club, Morad, Bilal Indrajaya, The Jeblogs, Sprayer, dan Ornament.
Pestapora 2025 harus kehilangan dua penampil besar di hari kedua, buah dari kerjasama mereka dengan PT Freeport Indonesia.
Meski sudah ada klarifikasi, pihak penyelengara Pestapora sudah memutus kerjasama, namun band .Feast dan Hindia, tetap mengambil sikap untuk batal tampil di hari kedua gelaran festival musik tersebut, Sabtu (6/9/2025).
Keputusan ini diumumkan langsung oleh Baskara Putra, vokalis .Feast sekaligus solois Hindia, melalui unggahan resmi yang dirilis pagi ini.
Alasan pembatalan ini lantaran mereka baru mengetahui keterlibatan PT Freeport Indonesia sebagai sponsor Pestapora tadi malam setelah acara selesai.
Menurut Baskara, hal itu bertentangan dengan nilai dan sikap yang selama ini mereka perjuangkan.
“Tentang Pestapora, jelas kami patah hati dan marah. Kami baru mengetahui keterlibatan sponsor PT Freeport Indonesia di malam hari penghujung selesainya acara hari pertama, pun begitu dengan banyak penampil lainnya," bunyi official statement yang diunggah Baskara Putra, Sabtu (6/9/2025).
"Hanya hitungan jam setelah kita bisa punya harapan sedikit di tengah situasi yang memanas, kita kembali dibuat kecewa,” terusnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan langkah mundur adalah bentuk konsistensi atas prinsip yang mereka pegang.
Bahkan pihak mereka dan beberapa artis lainnya merasa terjebak dengan adanya PT Freeport Indonesia sebagai sponsor.
“Kami, Feast dan Hindia, memutuskan untuk mundur dari Pestapora 2025. Mohon maaf untuk seluruh kawan-kawan yang menunggu penampilan kami dan juga mungkin sama-sama merasa terjebak," katanya.
"Tapi ini yang bisa kami lakukan untuk menjaga hal-hal yang kami bicarakan dan selalu percayai,” lanjut statement tersebut.
Baskara menutup pernyataannya dengan pesan bahwa ruang musik seharusnya menjadi tempat aman untuk menyampaikan aspirasi dan berekspresi, bukan menimbulkan kekecewaan.
“Tidak ada yang benar-benar bebas sampai kita semua bebas,” ujarnya.
Selama ini, baik .Feast maupun Hindia dikenal vokal menyuarakan isu sosial-politik dan pembelaan terhadap keadilan masyarakat Indonesia.
Keterlibatan PT Freeport Indonesia sebagai sponsor juga mendapat pandangan negatif dari netizen di media sosial.
Hal itu karena perusahaan tambang emas tersebut dianggap sebagai biang utama rusaknya lingkungan dan hutan di kawasan Papua.
Inilah yang membuat Roma kecewa.
Padahal dia sudah merogoh kocek untuk membeli tiket.
“Yaudah nikmatin aja karena udah beli tiketnya sih, agak kecewa tapi gapapa," ujarnya.
Suasana di Pestapora 2025 Hari Ketiga
Suasana Pestapora 2025 Hari Ketiga di JIExpo Kemayoran, Jakarta, berlangsung meriah dan penuh semangat, meski dibayangi kontroversi dan aksi mundur puluhan musisi.
Pantauan Tribunnews di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Minggu (7/9/2025), area konser terlihat ramai seperti pada hari-hari sebelumnya.
Sejak pintu dibuka pukul 09.00 WIB, antrean tiket sudah dipadati oleh para penonton.
Ribuan penonton tetap hadir dan memenuhi berbagai panggung, menunjukkan bahwa semangat festival tak surut meski lineup berubah.
Nama-nama besar seperti Iwan Fals, Raisa, Ari Lasso, Denny Caknan, King Nassar, The Rain, Gigi, Maliq & D’Essentials, Kahitna, Barasuara, Shaggydog, Reality Club, dan lainnya tetap tampil dan menyemarakkan hari terakhir festival.
Pestapora 2025 Meriah, Musisi Indonesia Ramaikan Hari ... menampilkan cuplikan penampilan mereka yang disambut hangat oleh penonton.
“Banyak persiapannya, banyak yang udah menunggu, jadi kita tetap manggung hari ini," ungkap Raisa.
Sebelumnya, lebih dari 30 musisi, termasuk .Feast, Sukatani, Hindia, Navicula, Ornament, Keep It Real, dan lainnya memilih mundur karena keberatan atas keterlibatan PT Freeport Indonesia sebagai sponsor.
Sukatani, Feast, dan Puluhan Musisi Batal Tampil di ... dan Sukatani, Feast, dan Puluhan Musisi Batal Tampil di ... mengulas daftar musisi yang mundur dan alasan mereka.
Direktur Festival, Kiki Aulia Ucup, menyampaikan permintaan maaf dan menegaskan bahwa kerja sama dengan Freeport telah diputus dan tidak ada dana yang diterima. Direktur Festival Pestapora Minta Maaf Usai 30 Musisi Batal
Kontroversi ini viral dan memicu diskusi luas di media sosial tentang etika sponsor, solidaritas musisi, dan hak penonton.
Meski dihantam badai protes, Pestapora 2025 hari ketiga tetap menjadi penutup yang penuh warna dengan panggung yang hidup, penonton yang setia, dan musisi yang memilih tetap tampil demi apresiasi seni dan solidaritas.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.