Seringai Cabut dari Spotify, Protes Investasi Daniel Ek di Industri Militer
CEO Spotify Daniel Ek mendanai perusahaan pertahanan militer AI, Helsing, yang dicurigai mendukung kegiatan militer Israel di Gaza.
Penulis:
Fauzi Nur Alamsyah
Editor:
Willem Jonata
Ringkasan Berita:
- Grup musik Seringai menarik seluruh katalog lagu dan album mereka dari platform Spotify
- Seringai menolak keras mendukung kegiatan peperangan yang didanai oleh CEO Spotify Daniel Ek melalui kekayaan pribadinya yang bersumber dari Spotify
- Seringai mengikuti jejak sejumlah musisi lokal dan internasional, termasuk Majelis Lidah Berduri
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Grup musik Seringai menarik katalog lagu-lagu mereka di platform streaming Spotify.
Pantauan Tribunnews, seluruh lagu dan album Seringai sudah tak tersedia lagi di Spotify.
Namun, nama Seringai masih bisa ditemukan dengan hanya menyisakan dua lagu soundtrack berjudul "Satu Sisi dan Menyerang" dan "Lencana".
Baca juga: Spotify Diboikot, Musisi Global Kompak Tarik Karya Usai Sang CEO Diduga Danai Perang Gaza
Kabar tersebut dikonfirmasi langsung oleh manajer Seringai, Wendi Putranto.
Ia membenarkan bahwa band yang kini digawangi Arian Arifin, Sammy Bramantyo, dan Edy Khemod itu resmi menarik seluruh katalog mereka dari Spotify.
“Betul, hanya mundur dari Spotify. Tapi masih tersedia di streaming platform musik lainnya kok,” kata Wendi Putranto saat dihubungi awak media, Selasa (14/10/2025).
Menurut Wendi, keputusan Seringai ini merupakan bentuk sikap atas tindakan CEO Spotify, Daniel Ek.
“Karena Daniel Ek (CEO Spotify) terbukti melakukan investasi sebesar 600 juta Euro ke perusahaan teknologi drone & AI untuk pengembangan militer."
"Band members Seringai dan seluruh karya yang diciptakan oleh mereka menolak terafiliasi dengan kegiatan tersebut maupun menolak mendukung peperangan,” jelas Wendi.
Langkah ini sejalan dengan nilai-nilai yang selama ini diusung Seringai melalui musik mereka dengan menyerukan pesan perdamaian dan penolakan terhadap kekerasan dalam bentuk apa pun.
Namun demikian pendengar masih bisa menikmati Karya Seringai melalui berbagai platform musik digital lain seperti Bandcamp, YouTube Music, dan Deezer.
Seringai bukan satu-satunya band yang mengambil sikap serupa.
Sebelumnya, grup Majelis Lidah Berduri juga menarik seluruh katalog musiknya dari Spotify sebagai bentuk protes terhadap langkah investasi kontroversial tersebut.
Langkah mereka mengikuti jejak sejumlah musisi luar negeri, antara lain Deerhoof, Xiu Xiu, King Gizzard & the Lizard Wizard.
Daniel Ek, adalah CEO sekaligus salah satu pendiri Spotify, mendanai perusahaan pertahanan militer AI, Helsing.
Perusahaan tersebut gencar mengembangkan perangkat AI untuk keperluan militer, yang kemudian dicurigai mendukung operasi pasukan Israel di Gaza, Palestina.
Daniel Ek melalui Prima Materia, perusahaan investasi miliknya, telah bertindak sebagai investor utama dalam putaran pendanaan terbaru untuk kegiatan Helsing.
Kesepakatan ini menandai salah satu investasi teknologi pertahanan terbesar di Eropa hingga saat ini.
Dikutip Kompas.com, Ek dikabarkan mendanai hampir 700 juta dollar AS (sekitar Rp 11,4 triliun) untuk perusahaan yang terintegrasi ke dalam pesawat tempur seperti HX-2 AI Strike Drone.
Ketertarikannya pada Helsing berawal dari tahun 2021, ketika Ek menginvestasikan hampir 115 juta dollar AS (sekitar Rp 1,8 triliun) dari Prima Materia dan bergabung dengan dewan direksi perusahaan.
Meskipun investasi Ek di Helsing tidak terkait langsung dengan Spotify, uang tersebut berasal dari kekayaan pribadi yang dibangun melalui kepemilikannya atas saham Spotify.
(Tribunnews.com/ Fauzi Alamsyah)
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.