Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Seleb
LIVE ●

Piyu Padi Akui Era Digital Permudah Musisi Promosikan Karya, Tapi Ini yang Membuatnya Sebal

Piyu, gitaris Padi Reborn, mengalami era, yakni analog dan digital, selama menggeluti industri musik.

Tayang:
Diperbarui:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Piyu Padi Akui Era Digital Permudah Musisi Promosikan Karya, Tapi Ini yang Membuatnya Sebal
Tribunnews.com/Alivio
Piyu Padi Reborn ditemui di Gedung RRI, Gambir, Jakarta Pusat. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gitaris sekaligus pentolan band Padi Reborn, Piyu, mengakui perkembangan teknologi membawa banyak perubahan besar dalam dunia musik

Menurutnya, transformasi dari era analog ke digital memang tak bisa dihindari, tapi juga punya dua sisi.

“Sebenernya kita para musisi atau seniman ini nggak bisa menghindari teknologi. Ketika teknologi berkembang dari analog jadi digital, itu nggak bisa dilawan," tutur Piyu Padi Reborn di kawasan Senayan Jakarta Pusat, Jumat (7/11/2025).

"Karena selalu ada positif dan negatifnya,” kata Piyu.

Ia mengaku bersyukur menjadi bagian dari generasi yang merasakan keduanya masa kaset dan CD di era analog, serta kemudahan distribusi karya di era digital sekarang.

Piyu pun mengenang momen ketika dirinya dan rekan-rekan di Padi Reborn berusaha untuk menjual karya mereka ke label.

“Zaman dulu kalau kami mau bawain demo rekaman atau contoh lagu ke Jakarta," ucapnya.

Baca juga: Royalti, Alasan Maia Estianty Tinggalkan Dunia Musik

Rekomendasi Untuk Anda

"Karena kami dari Surabaya, ya harus bawa kaset atau CD buat diperdengarkan ke produser,” kenang Piyu.

PIYU PADI REBORN - Piyu Padi Reborn dan Herman Chandra bicara soal perkembangan audio di Indonesia dalam acara IHEAC Jakarta International Audio Video Show (JIAVS) 2025, di kawasan Senayan Jaksrta Pusat, Jumat (7/11/2025).
PIYU PADI REBORN - Piyu Padi Reborn dan Herman Chandra bicara soal perkembangan audio di Indonesia dalam acara IHEAC Jakarta International Audio Video Show (JIAVS) 2025, di kawasan Senayan Jaksrta Pusat, Jumat (7/11/2025). (Tribunnews.com/ Bayu Indra Permana)

Namun, di balik nostalgia itu, Piyu tak menampik ada rasa iri kecil melihat betapa mudahnya musisi masa kini mempromosikan karya mereka. 

“Sekarang anak-anak bisa DM saya langsung suruh dengerin karya mereka. Mereka juga DM produser-produser,” ujarnya sambil tertawa kecil.

"Jadi kadang saya ada sebelnya juga. Gila, zaman gua dulu harus naik kereta dari Surabaya ke Jakarta cuma buat nyerahin kaset ke produser. Harus nyamperin satu-satu, naik angkot, naik metromini ke kantor. Sekarang enak banget mereka, cuman nge-DM doang,” tutur Piyu sambil tertawa.

Menurutnya, kemajuan teknologi memang mempercepat penyebaran karya musik tanpa biaya besar, tapi di sisi lain membuat esensi dan kualitas audio jadi menurun. 

“Musik yang seharusnya kita dengarkan dengan kualitas bagus jadi berkurang karena dikompres biar bisa di-share cepat,” jelasnya.

"Kalau untuk perkembangan dan penyebaran musik dengan cepat, ya memang saatnya teknologi kita harus diikuti,” ungkapnya.

 

(Tribunnews.com/ Bayu Indra Permana)

 

Sesuai Minatmu
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas