Karina Ranau Terharu Banyak Orang yang Sayang Epy Kusnandar
Karina Ranau, mengaku tak menyangka begitu banyak orang yang hadir untuk mendoakan suaminya Epy Kusnandar di acara tahlil 7 hari kepergiannya.
Penulis:
Fauzi Nur Alamsyah
Editor:
Anita K Wardhani
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fauzi Alamsyah
Ringkasan Berita:
- Sudah sepekan kepergian aktor senior Epy Kusnandar.
- Keluarga menggelar tahlilan tujuh hari kepergian sang aktor.
- Istri almarhum, Karina Ranau, mengaku tak menyangka banyak orang yang hadir untuk mendoakan suaminya.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Acara tahlilan tujuh hari kepergian aktor senior Epy Kusnandar digelar di kediaman keluarga kawasan Ciganjur, Jakarta Selatan, Rabu (10/12/2025) malam.
Baca juga: Karina Ranau Sudah Siapkan Kejutan Umrah, Belum Sempat Terucap Epy Kusnandar Lebih Dulu Meninggal
Istri almarhum, Karina Ranau, mengaku tak menyangka begitu banyak orang yang hadir untuk mendoakan suaminya.
“Enggak nyangka ternyata seramai ini yang datang. Banyak sekali orang-orang yang sayang sama beliau, yang cinta sama Kang Epy,” ujar Karina Ranau ditemui usai tahlilan tujuh hari meninggalnya Epy Kusnandar.
Karina mengatakan seluruh rangkaian acara berjalan lancar, mulai dari doa hingga tahlil, disertai sambutan dari anak-anak almarhum, Qodrat Pratama Putra, Damar Rizal Marzuki dan Quentin Stanislavski Kusnandar.
Baca juga: Detik-detik Karina Ranau Histeris Lalu Ambruk di Makam Epy Kusnandar: Selamat Jalan, Papi
Ia mengungkapkan bahwa rumah tempat tahlilan digelar merupakan kediaman keluarga yang rencananya akan kembali mereka tempati bersama Epy di masa tua.
“Pulang ke rumah ini ternyata kemarin membawa hari terakhirnya beliau pulang dengan kondisi seperti itu. Tapi ya Allah sudah menggariskan, kita harus terima dan ikhlas,” tuturnya.
Selama tujuh hari tanpa kehadiran Epy, Karina menyebut justru anak-anak semakin dipersatukan.
Mereka rutin saling menguatkan dan setiap hari berziarah ke makam ayah mereka.
“Kita makin hangat, makin dekat. Setiap hari anak-anak ke makam. Katanya sebelum beberapa hari itu beliau masih melihat kita. Jadi ya kami ingin selalu ada,” katanya.
Karina mengakui dirinya masih terus dirundung rasa kehilangan yang mendalam. Namun ketegaran anak-anaklah yang membuatnya mampu bertahan.
“Ini anak-anak tegar sekali. Saat beliau sakaratul maut, mereka ada di situ. Jauh beda sama saya yang kerjanya cuma nangis,” ungkapnya.
Baca tanpa iklan