Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Seleb
LIVE ●

14 Orang Hilang di Bener Meriah, Tim SAR Butuh Dukungan Alat Berat untuk Pencarian

Tantangan yang dihadapi Tim SAR di Kabupaten Bener Meriah adalah kondisi lokasi pencarian, yang dipenuhi tumpukan material tanah dan kayu.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Gita Irawan
Editor: Willem Jonata
zoom-in 14 Orang Hilang di Bener Meriah,  Tim SAR Butuh Dukungan Alat Berat untuk Pencarian
PUSPEN TNI/
EVAKUASI LANSIA - Prajurit TNI dari Babinsa Koramil 0119/Bener Meriah, Kodam Iskandar Muda, mengevakuasi dua warga lanjut usia penderita stroke yaitu Aman Yus (65) dan Ine Yus (60) dari Dusun Guci, Desa Burni Pase, Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah, Kamis (11/12/2025). Evakuasi dilakukan karena memburuknya kondisi kesehatan kedua warga, sementara jalur transportasi tidak dapat dilewati kendaraan akibat medan yang terisolasi. TRIBUNNEWS/HO/PUSPEN TNI 

Ringkasan Berita:
  • Bener Meriah merupakan kabupaten terdampak banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh
  • Tim SAR masih melakukan pencarian orang hilang
  • Lokasi pencarian banyak tumpukan material dan kayu

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebanyak 14 orang masih dinyatakan hilang di Kabupaten Bener Meriah hingga hari ini Selasa (16/12/2025) di mana telah memasuki pekan ketiga pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh.

Jumlah tersebut juga belum berubah sejak kemarin, meski Tim SAR masih terus berupaya menjalankan tugas mereka di tengah berbagai tantangan yang ada.

Kepala Kantor SAR Aceh Ibnu Harris Al Hussain mengungkapkan satu di antara tantangan yang dihadapi Tim SAR di Kabupaten Bener Meriah adalah kondisi lokasi pencarian.

Baca juga: Menangis! Korban Bencana di Takengon dan Bener Meriah Sambut Haru Kehadiran Presiden Prabowo 

"Kondisi lokasi pencarian yang membutuhkan dukungan alat berat, disebabkan longsor serta tumpukan material tanah dan kayu," ungkap Ibnu saat dihubungi Tribunnews.com pada Selasa (16/12/2025).

Berdasarkan data tahun 2025 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), Kabupaten Bener Meriah terdiri dari 10 Kecamatan yang terletak di dataran tinggi dan tidak memiliki daerah kepulauan.

Rekomendasi Untuk Anda

Luasnya mencapai 1.941,61 Km2 atau hampir 3 kali lipat luas wilayah daratan Provinsi DKI Jakarta yang hanya 664 Km2.

Selain itu, data statistik BPS juga menunjukkan hingga tahun 2024 terdapat total 776,225 Km jalan yang memiliki kondisi rusak (207,410 Km) dan rusak berat (568,815 Km).

Jenis permukaan jalan itu terdiri dari kerikil (343,97 Km), tanah (202,86 Km), dan aspal (762,57 Km).

Berdasarkan data terkini yang disampaikan Ibnu, bencana banjir bandang dan tanah longsor tersebut juga telah menyebabkan 27 titik jalan dan 130 titik jembatan rusak di Kabupaten Bener Meriah.

Namun, di tengah tantangan itu Ibnu mengatakan Tim SAR masih akan melakukan pencarian terhadap 14 korban hilang di Kabupaten Bener Meriah hingga status Tanggap Darurat Bencana berakhir.

Pemkab Bener Meriah sebelumnya telah secara resmi mengumumkan perpanjangan masa Tanggap Darurat Bencana sampai dengan 23 Desember 2025 atau 14 hari terhitung mulai tanggal 10 Desember 2025.

"Arahan dari Incident Commander sampai dengan selesai tanggap darurat. Incident Commander yang ditunjuk untuk penanggulangan bencana sesuai Undang-Undang saat ini dijabat oleh Sekretaris Daerah Aceh," imbuhnya.

31 Orang Masih Hilang di Aceh

Ibnu menyampaikan hingga hari ini Selasa (16/12/2025) pukul 12.37 WIB tercatat ada total 31 orang yang masih berstatus hilang atau dalam pencarian.

Sebanyak 31 orang hilang akibat bencana itu tersebar di enam kabupaten.

Enam kabupaten itu yakni Kabupaten Aceh Utara 6 orang, Kabupaten Aceh Tengah 4 orang, Kabupaten Aceh Tenggara 1 orang, Kabupaten Nagan Raya 3 orang, Kabupaten Bener Meriah 14 orang, dan Kabupaten Bireun 3 orang.

 

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas