Pamungkas Merasa Ada Tekanan Menulis Lagu Berbahasa Indonesia
Pamungkas merupakan penyanyi dan musisi yang memiliki banyak hits lagu berbahasa Inggris. Jarang lagunya berbahasa Indonesia.
Penulis:
Fauzi Nur Alamsyah
Editor:
Willem Jonata
Ringkasan Berita:
- Pamungkas merupakan musisi sekaligus penulis lagu
- Banyak lagu-lagunya ditulis berbahasa Inggris, cukup jarang yang berbahasa Indonesia
- Menurutnya lagu berbahasa Indonesia standarnya tinggi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Musisi Pamungkas mengakui lagu-lagu berbahasa Indonesia miliknya kini menunjukkan performa yang signifikan di industri musik digital.
Sejumlah karya hitsnya seperti Monolog, Putus, hingga Kenangan Manis dinilai terus bertumbuh dan mendapat respons positif dari pendengar.
Hal itu yang kemudian menjadi magnet tersendiri bagi pendengar maupun penonton sampai saat ini walaupun ia lebih dikenal lewat lagu-lagu berbahasa Inggris.
Baca juga: Pamungkas Ubah Pakem Panggung, To the Bone Kini Jadi Lagu Pembuka
“Gue nggak tahu ya, mungkin karena gue jarang juga rilis lagu bahasa Indonesia. Tapi ternyata lagu-lagu itu works,” kata Pamungkas usai manggung di Soundrenaline 2025 SCBD, Jakarta Selatan, Jumat (19/12/2025).
Ia menyinggung lagu Monolog yang sempat menembus daftar Top 50 Spotify Indonesia. Pencapaian itu kemudian menjadi indikator karya berbahasa Indonesia memiliki tempat tersendiri di hati pendengar.
Katertarikannya pada lagu Indonesia tak lepas dari pengaruh masa kecilnya yang tumbuh di era keemasan musik Tanah Air.
Ia menyebut nama-nama besar seperti Slank, Padi, hingga Dewa 19 sebagai referensi standar penulisan lagu dan lirik.
“Ada pressure dari diri gue sendiri, karena lagu Indonesia tuh standarnya tinggi. Gue tumbuh dengar Slank, Padi, Dewa 19,” ujarnya.
Meski demikian, Pamungkas mengakui menulis lagu bahasa Indonesia bukan perkara mudah.
Kebiasaannya bernyanyi dan menulis dalam bahasa Inggris membuatnya membutuhkan waktu untuk menyesuaikan rasa, diksi, dan lirik agar terdengar jujur serta tidak berlebihan.
“Secara taste gue dengarnya lagu Indonesia, tapi secara praktikal gue seringnya nulis bahasa Inggris. Jadi perlu waktu untuk mensejajarkan itu,” ucapnya.
Selain itu ia banyak melakukan konsultasi kepada musisi lain seperti Sal Priadi hingga Dipha Barus.
“Bahasa Indonesia itu kosakatanya kaya banget, jadi banyak diskusi,” tuturnya.
(Tribunnews.com/ Fauzi Alamsyah)
Baca tanpa iklan