Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Seleb
LIVE ●

Denny Sumargo Soroti Respons Pemerintah Tangani Bencana Sumatra: Presiden Harusnya Lebih Berani

Aktor dan presenter, Denny Sumargo menyoroti penanganan bencana Sumatra oleh pemerintah. Ia menekankan pentingnya kecepatan dan respons sigap.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Denny Sumargo Soroti Respons Pemerintah Tangani Bencana Sumatra: Presiden Harusnya Lebih Berani
Tribunnews.com./Bayu Indra P
BANJIR SUMATRA - Denny Sumargo ditemui di Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Sabtu (21/12/2024). Aktor dan presenter, Denny Sumargo menyoroti penanganan bencana Sumatra oleh pemerintah. Ia menekankan pentingnya kecepatan dan respons sigap pemerintah. 
Ringkasan Berita:
  • Aktor dan presenter, Denny Sumargo menyoroti penanganan bencana Sumatra oleh pemerintah.
  • Ia menyinggung soal kejelasan status bencana serta kecepatan dan ketegasan pemerintah dalam penanganan bencana Sumatra.
  • Densu juga menekankan pentingnya kecepatan, kejelasan koordinasi, dan respons yang lebih sigap.

TRIBUNNEWS.COM - Aktor dan presenter, Denny Sumargo menyoroti soal respons pemerintah terkait penanganan bencana di Sumatra.

Densu, sapaan akrab Denny Sumargo diketahui aktif menyuarakan dan terlibat langsung dalam isu bencana alam di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Ia melihat kondisi di lapangan cukup memprihatinkan.

Terutama di Aceh, banyak daerah terdampak yang mengalami kerusakan parah dan terisolasi. Bahkan setelah sebulan bencana itu terjadi.

Namun, dari bencana ini, ada hal yang paling mengganggunya, yakni narasi yang berkembang di media sosial.

"Narasi di mana seolah-olah pemerintah itu enggak hadir. Narasi di mana seolah-olah pemerintah itu cuek, pemerintah itu tidak punya empati," kata Densu dalam acara Rosi, dikutip Tribunnews dari YouTube Kompas TV, Jumat (26/12/2025).

Padahal, faktanya, yang dia lihat, keterlibatan negara cukup nyata. TNI dan Polri turun langsung ke lapangan.

Rekomendasi Untuk Anda

Pesawat dan helikopter milik TNI juga dikerahkan untuk membantu distribusi bantuan.

Presiden Prabowo Subianto dan para menterinya juga turut hadir meninjau langsung ke titik lokasi bencana.

"Semuanya tuh ibaratnya turun ke sana," ucapnya.

Kendati demikian, ia tak menutup mata terhadap sejumlah kekurangan.

Baca juga: Derita Korban Banjir Sumatra Belum Usai: Evakuasi Gagal, Lansia 90 Tahun Tewas Terseret Arus

Suami Olivia Allan ini menyoroti soal kejelasan status bencana serta kecepatan dan ketegasan pemerintah dalam penanganan bencana Sumatra.

"Cuma yang aku memang lihat saat itu adalah kejelasan daripada status bencana alam ini dan tindakan yang harus diambil itu seperti kurang cepat dan tegas," ungkapnya.

Menurut ayah satu anak tersebut, penetapan status bencana nasional bukan hanya sekadar soal pengesahan administratif oleh Presiden Prabowo Subianto.

Lebih dari itu, yang terpenting adalah bagaimana respons cepat pemerintah dalam menjangkau wilayah yang terisolasi dan belum tersentuh bantuan.

"Narasi tentang status bencana nasional buat saya adalah narasi hanya tentang Bapak (Presiden) mau mengesahkan atau tidak."

"Tapi buat saya pribadi adalah respons yang harus Bapak lakukan saat itu bersama dengan stafnya harusnya bisa lebih berani untuk masuk ke daerah yang lebih jauh (terisolasi)," jelasnya.

Ia menuturkan, seharusnya pemerintah bisa lebih responsif terhadap laporan dan informasi yang beredar di media sosial.

Daerah yang belum tersentuh bantuan seharusnya bisa langsung dipantau dan segera dikirimi bantuan.

"Bapak kan punya semua keperluan itu. Maksudnya gini, udah nggak apa-apa deh nggak ada bencana nasional tapi segala sesuatu yang terjadi di sosmed itu menjadi pantauan," imbuhnya.

Densu juga menilai pentingnya pembentukan pusat komando atau crisis center di lokasi terdampak (ground zero).

Dengan begitu, masyarakat bisa mendapatkan kejelasan mengenai langkah yang harus diambil, sekaligus merasakan kehadiran nyata pemerintah di tengah krisis.

"Oh ini ada daerah yang belum tersentuh, itu langsung kirim bantuan ke sana. Ini kita harus bergerak dan kalau perlu bikin pusat komanda langsung di lokasi ibaratnya ground zero-nya ada di situ."

"Supaya apa? supaya masyarakat itu bisa tahu apa yang mereka harus lakukan ke depan dan pemerintahnya hadir seperti apa," tandasnya.

Densu menegaskan, secara umum langkah pemerintah dalam penanganan bencana di Sumatra sudah berada di jalur yang benar.

Namun, ia menekankan peningkatan kecepatan, kejelasan koordinasi, dan respons yang lebih sigap.

"Jadi menurut aku, apa yang pemerintah lakukan sudah benar. cuma apa yang perlu ditingkatkan adalah bagaimana kecepatan dan responsnya bisa lebih jelas dan cepat," urainya.

Berdasarkan data sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Kamis (25/12/2025), korban meninggal dunia akibat banjir di Sumatra mencapai 1.135 orang.

Di sisi lain, 137 orang masih dinyatakan hilang. Sementara jumlah pengungsi ada 489.862 jiwa.

(Tribunnews.com/Lusi)

Sesuai Minatmu
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas