Suara Tamara Tyasmara Bergetar Saat Disinggung Soal Yudha Arfandi: Dendam Susah Buat Hilang
Tamara memilih bersikap tegas ketika ditanya soal kemungkinan menyampaikan pesan kepada keluarga Yudha Arfandi. Ia mengaku masih menyimpan rasa dendam
Penulis:
Bayu Indra Permana
Editor:
willy Widianto
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Suara Tamara Tyasmara terdengar bergetar saat kembali mengingat sosok Yudha Arfandi, pria yang telah merenggut nyawa putra semata wayangnya, Raden Andante Khalif Pramudityo.
Baca juga: Tamara Tyasmara Kaget Yudha Arfandi Ajukan PK, Yakin Dante Dapat Keadilan
Meski lebih dari setahun berlalu sejak tragedi itu terjadi, luka di hati seorang ibu tak serta-merta sembuh begitu saja. Di balik ketegarannya di hadapan publik, Tamara mengakui masih menyimpan rasa dendam yang begitu dalam atas perbuatan mantan kekasihnya tersebut.
Saat ditemui di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan, Jumat (26/12/2025), Tamara tampak berusaha menahan emosi. Namun, perasaan itu akhirnya terungkap ketika ia ditanya soal perasaannya terhadap Yudha Arfandi, pelaku pembunuhan Dante.
“Namanya dendam susah ya buat hilang,” ujar Tamara dengan suara bergetar, sembari menarik napas panjang.
Tamara tak menampik bahwa rasa sakit yang ia rasakan hingga kini belum bisa sepenuhnya terobati. Kehilangan anak dalam kondisi tragis membuat luka batin itu terasa semakin dalam. Meski demikian, ia berusaha perlahan-lahan menerima kenyataan dan mengobati perasaannya, meskipun sadar luka tersebut tidak akan pernah benar-benar hilang.
“Tapi kan pelan-pelan harus diobati. Nggak bakal hilang mau sampai kapan pun,” ucapnya lirih.
Pengakuan tersebut menggambarkan pergulatan batin seorang ibu yang harus menerima kenyataan pahit kehilangan buah hati akibat perbuatan orang lain. Tamara pun tidak berusaha menutupi perasaannya. Ia menyadari, rasa dendam bukanlah sesuatu yang bisa lenyap dalam waktu singkat, terlebih dalam kasus yang merenggut nyawa anak satu-satunya.
Di sisi lain, Tamara memilih bersikap tegas ketika ditanya soal kemungkinan menyampaikan pesan kepada keluarga Yudha Arfandi. Dengan nada singkat dan tegas, ia menegaskan tak ingin memberikan pesan apa pun.
Baca juga: Datangi Makam Dante di TPU Jeruk Purut, Tamara Tyasmara Bawa Kue Tart Ultah dan Bunga Matahari
“Nggak ada. Nggak ada pesan-pesan buat keluarga sana,” katanya.
Luka itu kembali terasa perih saat Tamara mengetahui adanya upaya hukum lanjutan dari pihak Yudha Arfandi. Meski telah divonis 20 tahun penjara atas kasus pembunuhan Dante, Yudha diketahui masih berupaya mencari keringanan hukuman.
Sebelumnya, Yudha sempat mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung, namun ditolak. Tak berhenti di situ, ia kembali menempuh upaya hukum melalui Peninjauan Kembali (PK).
Bagi Tamara, langkah hukum tersebut seolah menunjukkan bahwa pelaku belum sepenuhnya menyadari kesalahan fatal yang telah merenggut nyawa putranya. Sebuah kenyataan pahit yang hingga kini masih sulit ia terima.
Baca juga: Tamara Tyasmara Masih Trauma Berenang, Ingat Kematian Dante Putranya