Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

BGN Kejar Zero Accident, Nihil Keracunan MBG Selama 2026

Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan pihaknya mengupayakan tahun 2026 ini nihil kejadian keracunan.

Tayang:
Diperbarui:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in BGN Kejar Zero Accident, Nihil Keracunan MBG Selama 2026
Tribunnews.com/Ist
DAPUR SPPG — Sejumlah petugas menyiapkan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Dapur MBG, Jakarta, belum lama ini. Meski mendapat dukungan Menteri Keuangan, program ini dinilai belum bisa berjalan maksimal karena anggaran masih tertahan. 
Ringkasan Berita:
  • Kasus keracunan MBG yang terjadi pada 2025 pada akhir tahun diklaim menurun. 
  • Kepala BGN, Dadan Hindayana  menargetkan zero accident pada 2026 ini. 
  • Langkah yang dilakukan adalah peningkatan kualitas pengawasan, serta komitmen kuat dalam menjaga standar mutu makanan bergizi nasional.

 

 

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA -- Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyebut, ada sekitar 250 kejadian keracunan akibat Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi sepanjang 2025.


BGN mengupayakan, tahun 2026 ini nihil kejadian keracunan.

Baca juga: Stok Susu UHT Langka, Kepala BGN: Susu Bukan Menu Wajib, SPPG Bisa Ganti Protein Lain 

Hal itu disampaikan Dadan saat ditemui di SD Negeri 01 Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (8/1/2026).

"Selama satu tahun kami mengalami kejadian (keracunan MBG) kurang lebih sekitar 250," ungkap Dadan.

Ia menjelaskan, puncak kejadian keracunan MBG terjadi pada bulan September dengan 60 kejadian.

Rekomendasi Untuk Anda

Kemudian naik di Oktober menjadi 85 kejadian.

Baca juga: Bertongkat dan Menahan Nyeri, Guru Korban Tabrakan Mobil MBG Tetap Mengajar demi Muridnya

Menurun drastis di November menjadi 40 kejadian.

"Dan selama bulan Desember itu tersisa 12 kejadian dan itu tren yang cukup bagus," ungkap dia.

BGN kata Dadan, menargetkan, di tahun 2026 ini zero accident keracunan akibat MBG.

Tren penurunan kejadian di akhir 2025, dapat dicapai melalui kolaborasi semua pihak, peningkatan kualitas pengawasan, serta komitmen kuat dalam menjaga standar mutu makanan bergizi nasional.

"Zero accident kami usahakan di tahun 2026, seminimal mungkin," harapnya.


Utamakan Keamanan Pangan 

Ia menambahkan, tujuan utama program MBG bukan sekadar menyediakan makanan saja, tetapi menghasilkan makanan dengan gizi seimbang dan kualitas terjaga tetapi mendukung percepatan pertumbuhan dan kesehatan anak-anak. 

Keamanan pangan menjadi faktor krusial agar manfaat program benar dirasakan masyarakat.

PROGRAM MBG- Siswa SMP N 1 Tamansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat sedang menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa (16/12/2025)
PROGRAM MBG- Siswa SMP N 1 Tamansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat sedang menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa (16/12/2025) (Tribunnews.com/Rina Ayu Panca Rini)

Terlepas dari adanya kejadian keracunan, Dadan menilai pelaksanaan program MBG sepanjang 2025 tetap menunjukkan perkembangan positif.

“Selama satu tahun ini kami melihat satu kegiatan positif. Memang di sana-sini ada kekurangan, dan kami terus memperbaikinya,” ujar Kepala BGN dalam wawancara kepada awak media.

Memasuki tahun 2026, pihaknya terus meningkatkan kualitas layanan sekaligus mengejar target MBG yang melayani 82,9 juta penerima manfaat. 

Upaya tersebut dilakukan seiring dengan langkah perbaikan menyeluruh, termasuk pelaksanaan sertifikasi dan standardisasi layanan.

“Target kami adalah menghasilkan makanan yang tidak hanya membuat anak-anak menjadi sehat, cerdas, kuat, dan ceria, tetapi juga benar-benar aman dikonsumsi,” tegasnya.

Kritik Masyarakat Sipil untuk MBG 

Selain perbaikan yang disampaikan BGN, program MBG juga menuai kritik dari sejumlah organisasi masyarakat sipil.

 

Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) menilai, pelaksanaan MBG justru berdampak negatif terhadap kualitas pendidikan dan pengelolaan anggaran pendidikan.

MBG justru memperburuk kualitas pendidikan karena menggerus anggaran pendidikan, menurunkan mutu sekolah, dan membebani guru. 

Meski diklaim berhasil oleh pemerintah, JPPI menyebut MBG tidak berdampak pada prestasi akademik siswa dan mengabaikan putusan Mahkamah Konstitusi soal pendidikan gratis.

JPPI mendesak pemerintah menghentikan MBG dan mengembalikan prioritas anggaran pada perbaikan mutu pendidikan.

 

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas