Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Seleb
LIVE ●

Psikolog Komentari Keberanian Aurelie Moeremans Ungkap Child Grooming Lewat Buku Broken Strings

Psikolog komentari keberanian Aurelie ungkap pengalaman pahit di buku Broken Strings.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Psikolog Komentari Keberanian Aurelie Moeremans Ungkap Child Grooming Lewat Buku Broken Strings
ARIE PUJI WALUYO
PENGALAMAN PAHIT AURELIE - Aurelie Moeremans ketika ditemui di Epicentrum Walk, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (18/3/2022). Aurelie Moeremans buka kisah pahit child grooming, psikolog soroti dampak traumanya. 
Ringkasan Berita:
  • Aurelie Moeremans buka kisah pahit masa remaja dalam bukunya Broken Strings, mengungkap pengalaman menjadi korban child grooming.
  • Psikolog Joice Manurung menanggapi dengan rasa marah dan sedih, menyoroti dampak traumatis dan kurangnya proteksi lingkungan bagi remaja.
  • Meski penuh luka, keberanian Aurelie menulis bukunya menunjukkan proses pemulihan dan kemampuan menyikapi risiko masa lalu.

TRIBUNNEWS.COM - Nama aktris Aurelie Moeremans menarik sorotan setelah berbagi kisah masa lalunya. 

Aktris kelahiran Brussel, Belgia pada 8 Agustus 1993 itu, merilis sebuah buku berjudul Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth pada Oktober 2025.

Lewat karya tersebut, Aurelie membagikan kisah personal tentang pengalaman pahit yang ia alami saat masih remaja.

Dalam bukunya, Aurelie mengisahkan bagaimana dirinya pernah menjadi korban manipulasi dan pendekatan dari orang dewasa, sebuah proses yang dikenal sebagai child grooming.

Pengalaman itu meninggalkan luka emosional mendalam, sekaligus menjadi pengingat bahwa praktik eksploitasi terhadap anak dan remaja bisa terjadi di lingkungan yang kerap dianggap aman.

Pengakuan Aurelie ini menuai beragam respons, termasuk dari kalangan profesional.

Psikolog Joice Manurung turut memberikan tanggapannya terkait pengalaman pahit yang dibagikan sang aktris.

Rekomendasi Untuk Anda

Joice Manurung mengaku merasa marah, karena memahami bahwa kondisi seperti ini tidak mudah dilalui dan dampaknya bisa sangat besar.

“Yang pertama saya marah, sebagai orang yang tahu kondisi mengenai seperti ini tidak mudah untuk dilalui dan dampaknya luar biasa,” ujar psikolog Joice Manurung, dikutip Tribunnews dari Instagram Rumpi TTV, Selasa (13/1/2026). 

Ia mengungkapkan kemarahannya berangkat dari pemahaman bahwa child grooming bukan sekadar peristiwa sesaat, melainkan pengalaman traumatis yang dapat membekas hingga dewasa.

“Yang kedua saya sedih, di era sekarang yang sebenarnya proteksi lingkungan yang bisa diupayakan dengan baik masih terjadi,” lanjutnya.

Baca juga: Diam di Tengah Dukungan Atas Viralnya Buku Broken Strings, Aurelie Moeremans Ungkap Adanya Ancaman

Meski begitu, Joice juga melihat sisi lain yang memberi harapan dari kisah Aurelie.

Menurutnya, keberanian Aurelie untuk menuliskan dan membagikan pengalaman tersebut menunjukkan adanya proses pemulihan yang telah dilalui.

“Namun satu sisi saya melihat satu pencerahan, bahwa kehidupannya membaik,” tuturnya.

“Dengan dia mampu menulis itu, saya yakin dia sudah melalui ini dan bisa menyikapi segala risikonya,” pungkas Joice.

Aurelie Moeremans Ungkap Adanya Ancaman

Kisah yang ditulis dalam dua bahasa, Indonesia dan Inggris, itu pun viral di media sosial dan memantik perbincangan luas.

Di tengah ramainya pembahasan, Broken Strings menuai banyak dukungan dari sahabat dan rekan sesama artis.

Namun, perhatian publik justru tertuju pada sikap Aurelie yang memilih untuk tidak lagi mengunggah ulang dukungan tersebut di media sosialnya.

Keputusan Aurelie Moeremans untuk tak merepost dukungan bukan tanpa alasan.

Ia menegaskan langkah tersebut diambil sebagai bentuk perlindungan, agar orang-orang yang berdiri di sisinya tidak ikut menjadi sasaran teror.

Sejak bukunya viral, Aurelie mengaku mulai menerima ancaman dari pihak tak bertanggung jawab, yang merasa tersinggung dengan isi memoar tersebut.

Aurelie pun membagikan pengalamannya saat pernah merepost dukungan dari Hesti Purwadinata.

Alih-alih berhenti, ancaman justru berlanjut dan menyasar Hesti serta sang suami, Edo Borne, bahkan hingga ke pesan WhatsApp pribadi.

“Alasan kenapa sudah gak repost story dukungan, bahkan dari teman sendiri atau rekan artis, sederhana tapi penting,” tulis  Aurelie, lewat unggahan di Channel Instagramnya, @aurelie. 

“Aku pernah repost story Teh Hesti. Setelah itu, sampai sekarang, Teh Hesti dan suaminya masih terus diancam. Dari DM, sampai ke WhatsApp,” lanjutnya.

Aurelie mengaku meski ancaman tersebut tidak digubris, dampaknya tetap terasa.

“Tentu tidak digubris. Tapi tetap saja, itu ganggu. Dan aku tidak enak,” ungkapnya.

Wanita berusia 32 tahun ini, pun menegaskan bahwa dirinya bisa menerima risiko jika ancaman itu hanya ditujukan kepadanya.

Namun, situasinya berbeda ketika orang lain ikut terdampak.

Baca juga: Profil Roby Tremonti, Aktor yang Mengaku Pernah Menikah dengan Aurelie Moeremans

“Kalau aku yang diancam, aku bisa terima. Tapi kalau sampai orang lain ikut kena hanya karena berdiri di sampingku, itu berat,” tulis  Aurelie .

Karena alasan itulah, Aurelie memilih untuk tidak lagi mengunggah ulang dukungan.

“Jadi kalau aku tidak repost, itu bukan karena tidak menghargai. Justru sebaliknya,” tegasnya.

Menurut Aurelie , langkah tersebut justru menjadi cara untuk melindungi lingkaran terdekatnya.

“Dengan aku tidak repost, dia tidak tahu siapa saja yang mendukungku. Dan teman-temanku bisa tetap aman dari ancaman gak jelas,” katanya.

Menutup pernyataannya, Aurelie memastikan bahwa dukungan publik tetap ia rasakan.

“Doa dan dukungan kalian sampai kok. Diam-diam, tapi terasa,” pungkasnya.

(Tribunnews.com, Rinanda)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas