Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Seleb
LIVE ●

Aurelie Moeremans Kaget Terima Banyak Aduan dari Korban Child Grooming setelah Broken Strings Viral

Aurelie Moeremans kini merasakan dampak setelah merilis Broken String, kaget menerima banyak aduan dari para korban.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Ayu Miftakhul
Editor: Tiara Shelavie
zoom-in Aurelie Moeremans Kaget Terima Banyak Aduan dari Korban Child Grooming setelah Broken Strings Viral
Warta Kota/Arie Puji Waluyo
AURELIE MOEREMANS - Aurelie Moeremans ketika ditemui Wartakotalive (Tribunnews.com Network),di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Aurelie kini menerima banyak pesan aduan dari korban child grooming. 
Ringkasan Berita:
  • Aurelie Moeremans kaget para korban child grooming lainnya mulai bersuara.
  • Ia mengaku banyak dapat pesan langsung di Instagram yang berisi aduan dari korban child grooming.
  • Dampak dari viralnya buku momoar Aurelie berjudul Broken Strings viral.

 

TRIBUNNEWS.COM - Aktris Aurelie Moeremans tengah disorot terkait memoar Broken String, buku terbarunya yang mengisahkan masa kelam alami child grooming di usia 15 tahun.

Aurelie Moeremans mengisahkan dirinya kini akhirnya bisa keluar dari cengkraman pelaku, yang dalam bukunya dikisahkan sebagai Bobby.

Kini setelah Broken String dirilis dan dibagikan secara gratis pada 10 Oktober 2025, buku tersebut langsung menjadi buah bibir hingga telah dibaca ribuan kali.

Dampak dari munculnya buku memoar berisi kisah kelam Aurelie ini, membuat para korban grooming lainnya berani angkat bicara.

Diungkap istri dari Tyler Bigenho ini, ia kini menerima banyak pesan aduan dari para korban grooming.

Pesan itu ia terima dari direct message (DM) Instagram pribadinya, @aurelie.

Rekomendasi Untuk Anda

Wanita 32 tahun itu, mengaku kaget karena pesan itu jumlahnya sangat banyak.

Hal itu ia sampaikan dalam channel Instagram pribadinya pada Sabtu (17/1/2026).

"Setiap aku buka DM, aku selalu kaget.

Ternyata benar ya, sebanyak ini orang yang pernah mengalami child grooming, dan selama ini mereka simpan sendiri," tulis Aurelie.

Lalu ia menyebut isu child grooming di Indonesia masih dinilai tabu.

Baca juga: Dari Memoar Aurelie Moeremans, Psikiater Ungkap Bahaya Child Grooming yang Tak Terlihat, Apa Saja?

Terlebih perjuangannya dulu bersuara setelah jadi korban grooming pada 2014 hingga 2020, nampaknya tidak pernah membuahkan hasil.

Malah justru setelah ia mencoba menulis buku dan kisahnya dibaca secara masih, barulah banyak pihak yang memberikan reaksi.

Sebut saja mantan artis sekaligus anggota komisi XIII DPR RI, Rieke Diah Pitaloka ikut bersuara terkait isu child grooming saat rapat kerja bersama Komnas Perempuan di DPR pada Kamis (15/1/2026).

Isu child grooming kini mulai diangkat oleh pemerintah menjadi bahasan penting.

Rieke Diah Pitaloka pun mengimbau agar negara tidak lantas membiarkan pelaku berkeliaran.

"Topik ini masih tabu di Indonesia.

Aku tau, karena aku pernah coba speak up.

2014, aku diserang.

2020, aku coba lagi, tipis-tipis, nothing.

Dan sekarang, 2026, walaupun niat awalnya cuma journaling, akhirnya didengar tanpa victim blaming yang masif," tegas Aurelie.

Wanita yang kini menetap di Amerika dan tengah mengandung anak pertamanya itu, mengungkap alasan kuat mem-publish buku Broken String.

Tidak lain untuk memberi dukungan pada para korban, seperti dirinya.

"Buku ini aku berani publish bukan karena aku paling kuat, tapi karena aku gak mau ada satu orang pun yang merasa sendirian, atau merasa semua ini salah mereka."

Di akhir, Aurelie juga berpesan untuk para korban child grooming yang sudah berani bersuara.

"Terima kasih sudah ada, sudah berani cerita, dan saling jaga.

Kadang aku pengen banget bisa meluk kalian satu-satu." tutupnya.

Baca juga: Pihak Gereja Tempat Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Menikah Buka Suara: Kejadiannya 2011

Bahaya Child Grooming

Psikiater dr. Lahargo Kembaren, SpKJ ikut menanggapi terkait isu child grooming yang kini viral.

Menurutnya, perhatian yang hangat dan peduli dari seseorang terhadap anak, tidak selalu aman.

Dalam kondisi tertentu, perhatian bisa menjadi bentuk child grooming.

Child grooming adalah proses manipulasi psikologis yang disengaja, di mana pelaku membangun kepercayaan, kedekatan emosional, dan ketergantungan pada anak, dengan tujuan mengeksploitasi emosional, psikologis hingga seksual.

"Yang berbahaya, grooming bukan peristiwa instan, tetapi proses perlahan-lahan dan sering tidak disadari," kata dr. Lahargo Kembaren di Jakarta ditulis Minggu (18/1/2026).

Pelaku child grooming bisa ditandai saat orang dewasa tampil menjadi yang paling peduli, kakak atau mentor yang paling mengerti maupun figur aman ketika anak merasa kesepian.

Grooming bukan soal sekadar sentuhan di awal, tetapi tentang kepercayaan yang dicuri perlahan.

Dampak child grooming sering tidak terlihat langsung, tetapi bisa muncul bertahun-tahun kemudian.

Secara psikologis, korban dapat mengalami kebingungan emosi, rasa bersalah berlebihan, sulit mempercayai orang lain, dan trauma dalam hubungan.'

Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PP PDSKJI) ini menegaskan, orang tua harus berperan memberikan perlindungan.

"Perhatian yang sehat membebaskan. Perhatian yang berbahaya mengikat," ungkap dia.

(Tribunnews.com/Ayu/Rina Ayu Panca Rini)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas