Buku Broken Strings Aurelie Moeremans Viral, Fitri Salhuteru Singgung Dampak Buruk Luka Batin
Fitri Salhuteru menyinggung dampak buruk luka batin setelah buku Broken Strings Aurelie Moeremans viral.
Penulis:
Gabriella Gunatyas
Editor:
Salma Fenty
Ringkasan Berita:
- Fitri Salhuteru menyoroti buku Broken Strings karya Aurelie Moeremans yang viral karena mengungkap pengalaman sang aktris saat remaja menjadi korban child grooming dan abuse.
- Ia menyebut peristiwa yang dialami Aurelie sangat mengerikan dan berbahaya.
- Fitri juga menekankan bahwa luka batin akibat abuse sulit sembuh.
TRIBUNNEWS.COM - Pengusaha Fitri Salhuteru ikut memberikan komentar untuk buku Broken String karya aktris Aurelie Moeremans.
Nama Aurelie Moeremans mendadak viral di jagat maya setelah merilis karya memoar non fiksi yang menceritakan pengalaman pahitnya saat masih remaja.
Lewat tulisannya itu, aktris kelahiran Brussel, Belgia ini menceritakan pengalaman traumatis termasuk saat ia menjadi korban proses manipulasi yang dilakukan orang dewasa untuk membangun kepercayaan anak dengan tujuan mengeksploitasi atau melecehkannya atau child grooming.
Setelah membaca karya bintang film LDR itu, Fitri pun sempat merasa iba pada Aurelie Moeremans.
Menurut Fitri Salhuteru apa yang terjadi pada Aurelie Moeremans pada saat itu amat mengerikan.
Sebab Aurelie yang saat itu masih berusia 15 tahun harus mengalami tindakan penyalahgunaan atau perlakuan buruk terhadap seseorang, baik secara fisik, emosional, seksual, maupun verbal alias abuse dari orang yang usianya jauh lebih dewasa.
"Kalau yang terjadi di Aurelie ini kan mengerikan ya, anak remaja yang waktu itu masih 15 tahun kalau nggak salah sudah dalam kendali orang dewasa, dan dia tidak berdaya sama sekali" ujar Fitri Salhuteru dikutip dari YouTube Reyben Entertainment, Selasa (20/1/2026).
Kondisi yang dialami Aurelie saat itu pun dianggap pengusaha 50 tahun tersebut sangat berbahaya.
"Ini sangat bahaya sekali. Kalau saya ngelihatnya abuse terhadap anak di bawah umur," imbuhnya.
Di momen itu sahabat selebgram Marisya Icha ini menyinggung soal luka batin dampak dari abuse yang tidak akan bisa sembuh.
"Luka batin anak remaja yang di-abuse sama orang dewasa ini nggak akan bisa sembuh."
Baca juga: Awali Tahun 2026 dengan Hal Baik, Fitri Salhuteru Maafkan Haters yang Pernah Membullynya
"Mungkin bisa sembuh tapi sedikit yang sembuh, jarang ya," tambahnya lagi.
Di momen itu, ia juga sempat menceritakan soal anak-anaknya yang pernah mengalami perundungan.
Meski tak sama dengan abuse, saat itu Fitri mengaku harus berusaha sekuat tenaga menyembuhkan luka batin anak-anaknya yang menjadi korban bullying.
"Kalau bullying itu kan parah juga, itu terjadi di anak-anak saya juga, saya harus ke psikolog, psikiater untuk mengobati batinnya," urai sitri pengusaha Cencen Kurniawan tersebut.
Pesan Aurelie Moeremans setelah Buku Broken Strings Viral
Dalam buku Broken Strings Aurelie menyinggung sosok 'Bobby', pria yang telah melakukan child grooming kepada dirinya.
Bersamaan dengan hal itu, aktor Roby Tremonti, pria yang pernah menjalin hubungan dengan Aurelie pun ikut terseret setelah tulisan aktris yang kini menjadi istri Dokter Tyler Bigenho tersebut.
Warganet pun ramai mengaitkan sosok Roby Tremonti sebagai tokoh 'Bobby' yang diceritakan oleh Aurelie dalam bukunya.
Selain mengaku pernah menikahi Aurelie di tahun 2011, bintang sinetron Amanah Wali ini juga sempat memberikan klarifikasi setelah nama tokoh 'Bobby' dalam buku kakak aktor Jeremie Moeremans viral.
Lantaran warganet banyak mengaitkan sosok Roby Tremonti dengan tulisannya, Aurelie pun langsung memberikan kalrifikasi.
Aurelie Moeremans mengaku tidak nyaman melihat banyaknya asumsi dan tudingan yang diarahkan pada tokoh-tokoh dalam bukunya.
"Please. Aku mau minta satu hal notes penting soal Broken Strings."
"Tolong jangan membully atau menyerang karakter-karakter yang ada di dalam buku, apalagi kalau itu masih sebatas tebakan-tebakan. Banyak asumsi di luar sana yang belum tentu benar, dan jujur aku ga enak bacanya," tulis Aurelie dalam unggahan Threads-nya, dikutip Jumat.
Ia menegaskan inti dari kisah yang ia tulis bukanlah untuk menunjuk atau menghakimi sosok tertentu di dunia nyata.
Aurelie ingin pembaca memahami bahwa cerita tersebut berfokus pada pengalaman pribadi, luka yang pernah dialami, serta perjalanan penyembuhan yang ia bagikan dengan kejujuran.
Wanita yang memulai karier keartisannya di tahun 2008 itu juga menyampaikan pesan utama tentang pemulihan, bukan tentang mencari siapa yang bersalah dalam tulisannya yang kini viral tersebut.
"Fokus dari cerita ini bukan untuk mencari siapa siapa di dunia nyata, bukan untuk menghakimi, apalagi mengeroyok."
"Fokusnya adalah pengalaman, luka, dan proses penyembuhan yang aku bagikan dengan sangat jujur," tutup Aurelie.
(Tribunnews.com/Gabriella)
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.