Saphira Adya Curahakan Perasaan Terdalam Lewat Album 'Heart String'
Album ini membuat Saphira Adya sadar bahwa menulis bisa jadi salah satu cara paling bahagia untuk melepas stres.
Penulis:
Bayu Indra Permana
Editor:
Willem Jonata
Ringkasan Berita:
- Album bertajuk 'Heart String' menjadi karya paling personal Saphira
- Heart String berisi 11 lagu yang seluruh liriknya didasarkan pada kisah nyata perjalanan cinta yang pernah dialami Saphira
- Album ini dibuka dengan lagu 'Journey', yang menjadi pengantar sekaligus rangkuman cerita besar Heart String
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penyanyi Saphira Adya membawa curahan isi hatinya lewat karya terbaru berupa album penuh.
Album bertajuk 'Heart String' menjadi karya paling personal Saphira, karena seluruh isinya lahir dari kisah nyata, perasaan terdalam, serta catatan diary pribadinya selama menjalani perjalanan hidup.
Bagi Saphira, tahun 2025 menjadi periode yang panjang dan sarat makna. Berbagai peristiwa, pertemuan, dan perpisahan hadir silih berganti, meninggalkan jejak emosi yang akhirnya ia tuangkan ke dalam lagu.
Lewat albumnya itu, Saphira mengajak pendengar menyelami perjalanan mencari, menerima, dan membuka hati, sebuah proses yang tidak selalu mudah, namun penuh keindahan.
Baca juga: Jenderal Dudung Jadi Penyanyi Religi, Gandeng Fajar Sadboy Rilis Lagu Jangan Lupa Berdoa
Album ini dibuka dengan lagu 'Journey', yang menjadi pengantar sekaligus rangkuman cerita besar Heart String.
Lagu tersebut merefleksikan perjalanan Saphira sepanjang 2025, tentang pencarian makna, penerimaan diri, serta keberanian untuk terus melangkah meski realita tak selalu sesuai harapan.
Heart String berisi 11 lagu yang seluruh liriknya didasarkan pada kisah nyata perjalanan cinta yang pernah dialami Saphira.
Dari momen pertemuan yang terasa begitu indah, hingga perpisahan yang menyisakan luka, semua emosi tersebut dirangkai menjadi lagu-lagu yang jujur dan penuh makna.
Kenangan-kenangan itulah yang mendorong Saphira mengubah catatan pribadinya menjadi karya musik yang intim dan personal.
“Kadang apa yang kita harapkan itu gak sesuai sama ekspektasi kita, tapi gapapa," kata Saphira Adya di kawasan Kemang Jakarta Pusat, Rabu (28/1/2026).
"Proses kita buat menemukan apa yang kita mau itu terkadang emang panjang, tapi di situlah keindahannya,” ujar Saphira.
Sejumlah lagu seperti “Remind Me of You”, “Black Shirt”, dan “Perfect Woman Being” merekam potongan perjalanan emosional selama proses kreatif album ini.
Lagu-lagu tersebut diharapkan dapat terasa dekat dengan pendengar, terutama mereka yang memiliki pengalaman serupa dalam perjalanan cinta dan kehidupan.
Salah satu lagu yang menjadi sorotan adalah “½” yang ditetapkan sebagai focus track.
Lagu ini merangkum perjalanan 2025 yang penuh warna, tentang pertemuan yang tak selalu berujung bahagia dan cerita yang tak selalu bisa dimiliki sepenuhnya.
Sementara itu, lagu “Closure” menjadi penanda fase penerimaan, bukan tentang kegagalan untuk move on, melainkan tentang mengolah setiap pengalaman menjadi pelajaran berharga.
“Aku merasa proses pembuatan lagu ini berjalan begitu indah dan terasa cepat, karena semua yang aku tulis lahir dari pengalaman yang benar-benar aku alami," ungkap Saphira.
"Ini bukan soal belum bisa move on, tapi tentang bagaimana setiap cerita dan perjalanan itu bisa diolah menjadi sebuah karya yang indah,” katanya.
Ia juga mengaku album ini memberinya kesadaran baru tentang menulis sebagai ruang pelepasan emosi.
“Album ini membuat aku sadar kalau menulis bisa jadi salah satu cara paling bahagia untuk melepas stres. Apalagi ini bukan sekadar tulisan, tapi berubah menjadi karya yang bisa didengar kapan saja,” tuturnya.
Album Heart String kini telah tersedia di seluruh platform streaming digital sejak 28 Januari 2026.
(Tribunnews.com/ Bayu Indra Permana)
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.