Laura Moane Hadapi Tantangan Besar Harus Berdialog 100 Persen Berbahasa Sunda di Film Sunda Emperor
Laura mengungkapkan bahwa proses adaptasi tersebut tidak instan. Ia harus memahami bukan hanya pengucapan kata, tetapi juga intonasi.
Penulis:
Bayu Indra Permana
Editor:
Willem Jonata
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aktris muda Laura Moane menghadapi tantangan besar dalam film terbarunya, Sunda Emperor.
Untuk pertama kalinya, Laura harus memerankan karakter dengan dialog 100 persen menggunakan bahasa Sunda.
Hal itu jadi sebuah pengalaman yang menjadi proses belajar penting dalam perjalanan kariernya di dunia akting.
Dalam film produksi Sapawave Films tersebut, Laura Moane dipercaya memerankan karakter Neng Eti, sosok perempuan Sunda yang menjadi bagian penting dari petualangan tiga sahabat dalam pencarian jati diri dan sejarah leluhur.
Tantangan berbahasa menjadi salah satu ujian tersendiri bagi Laura, mengingat film ini secara konsisten menggunakan bahasa daerah tanpa campuran bahasa lain.
Baca juga: Sebelum Jadi Artis, Laura Moane Sempat Ingin Jadi Idol K-Pop
“Jujur, memerankan Neng Eti jadi tantangan tersendiri buat aku, terutama karena film ini 100 persen menggunakan bahasa Sunda,” ujar Laura Moane di kawasan Kemang Jakarta Selatan, Kamis (29/1/2026).
“Dari awal proses reading sampai syuting, aku banyak belajar dan dibimbing oleh sutradara dan teman-teman cast. Mulai dari pelafalan sampai cara bertutur supaya terdengar natural," jelasnya.
Laura mengungkapkan bahwa proses adaptasi tersebut tidak instan. Ia harus memahami bukan hanya pengucapan kata, tetapi juga intonasi dan rasa bahasa Sunda agar dialog yang diucapkan terdengar hidup dan meyakinkan.
Berkat dukungan kru dan pemain lain di lokasi syuting, Laura akhirnya mampu melewati proses tersebut dengan lancar hingga syuting selesai.
“Dengan dukungan mereka, aku bisa beradaptasi sampai akhirnya proses syuting selesai,” tambahnya.
Sunda Emperor sendiri merupakan film perdana dari rumah produksi Sapawave Films, yang diproduseri, disutradarai, sekaligus ditulis oleh Angling Sagaran.
Film ini mengangkat kisah tentang seorang pemuda Sunda oportunis yang mendadak mengetahui bahwa dirinya merupakan keturunan Raja Sunda.
Cerita kemudian berkembang menjadi petualangan sarat makna tentang identitas, persahabatan, dan nilai budaya.
“Film ini bukan hanya tentang masa lalu, tetapi tentang bagaimana identitas dan nilai budaya bisa hidup di masa kini,” ujar Angling Sagaran selaku sutradara dan penulis.
Selain Laura Moane, film ini juga dibintangi oleh Bilal Fadh, Maghara Adipura, Vansa Be, Itings Meledax, dan Yujeng Hensem, serta melibatkan sejumlah kreator Sunda yang turut diperkenalkan melalui video first look dan cast reveal.
Kehadiran mereka menjadi bagian dari strategi film untuk membangun kedekatan dengan generasi muda.
(Tribunnews.com/ Bayu Indra Permana)
Baca tanpa iklan