Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Seleb
LIVE ●

Dinilai Bela Denada soal Dugaan Telantarkan Anak, Irfan Hakim Dihujat hingga Batasi Kolom Komentar

Pernyataan Irfan Hakim soal pengakuan Ressa sebagai anak Denada memicu hujatan warganet hingga kolom komentar Instagramnya dibatasi.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Ringkasan Berita:
  • Polemik pengakuan Ressa Rizky Rosano sebagai anak Denada melebar hingga menyeret Irfan Hakim, usai pernyataannya dalam acara FYP Trans 7 menuai sorotan.
  • Irfan dinilai tidak netral dan dianggap membela Denada setelah mempertanyakan alasan Ressa baru mengungkap klaimnya saat dewasa.
  • Video perdebatan Irfan dengan Hotman Paris viral dan memicu hujatan warganet hingga kolom komentar Instagram Irfan Hakim dibatasi.

TRIBUNNEWS.COM - Polemik dugaan penelantaran anak yang menyeret nama penyanyi dangdut Denada kini melebar ke sosok presenter Irfan Hakim.

Alih-alih meredam suasana, pernyataannya dalam sebuah tayangan televisi justru memantik gelombang kritik dari publik.

Irfan pun mendadak menjadi sasaran hujatan setelah dinilai tidak netral dan dianggap membela Denada, yang tak lain merupakan teman dekatnya.

Nama Irfan Hakim terseret ke pusaran perdebatan publik usai ia menanggapi pengakuan mengejutkan seorang pemuda bernama Ressa Rizky Rosano. Ressa, pemuda asal Banyuwangi, Jawa Timur, mengklaim dirinya sebagai anak biologis Denada Elizabeth Anggia Ayu Tambunan.

Klaim tersebut sontak menyedot perhatian masyarakat, mengingat selama ini Denada dikenal hanya memiliki satu anak perempuan yang menetap di luar negeri.

Ressa mengungkapkan bahwa dirinya dibesarkan oleh keluarga Denada di Banyuwangi.

Sejak duduk di bangku SMP, ia mulai mendengar desas-desus dari lingkungan keluarga yang mengasuhnya bahwa dirinya merupakan darah daging dari mantan istri Jerry Aurum tersebut. 

Rekomendasi Untuk Anda

Keyakinan tersebut mendorong pria yang berusia 24 tahun untuk menempuh jalur hukum dengan menggugat Denada ke Pengadilan Negeri Banyuwangi atas dugaan penelantaran anak.

Polemik itu kian melebar ketika Irfan Hakim terlibat perdebatan dengan Hotman Paris yang hadir sebagai bintang tamu di acara FYP Trans 7.

Video perdebatan itu kemudian viral di media sosial dan memunculkan anggapan bahwa Irfan tengah membela Denada.

Pandangan tersebut muncul setelah Irfan mempertanyakan waktu pengungkapan klaim Ressa yang dinilai baru disampaikan saat sudah dewasa.

Baca juga: Denada Tiba-tiba Nangis saat Jadi Juri Acara DMD, Caren Delano Khawatirkan Keadaan sang Sahabat

“Anaknya kan sudah 24 tahun, kan hitungannya sudah bukan anak-anak lagi, sudah dewasa. Nah ketika anak-anak kenapa tidak diungkapnya dulu? kenapa baru sekarang?” tanya Irfan Hakim kepada Hotman dalam tayangan FYP Trans 7, dikutip Tribunnews, Jumat (30/1/2026).

Buntut dari pernyataan itu, tak sedikit publik yang menuding Irfan Hakim bersikap tidak netral dan membela Denada yang notabene merupakan teman dekatnya.

Kritik pun semakin menguat ketika warganet berbondong-bondong meluapkan kekecewaan di media sosial.

Kini, unggahan Irfan Hakim di Instagramnya, @irfanhakim75, menuai beragam komentar pedas hingga kritikan tajam dari warganet.

"kenapa kau tanya kenapa baru diungkap sekarang???? LaLu apakah kau gak bertanya sama temenmu denada kenapa kamu umpetin gak diakuin dari bayii????? rip hatinuranimu," ujar akun @ayu**.

"Nyesel gua berfikir orang ini Baik," timpal akun @vivi****.

"BANG MAU NANYA, ISLAM MENGAJARKAN MEMBUANG ANAK KAH? APAPUN ALASAN NYA ISLAM MENGAJARKAN GAK? MOHON DIJAWAB," sahut akun @vitra***.

Derasnya hujatan tersebut membuat pihak Irfan Hakim mengambil langkah pembatasan interaksi di media sosialnya.

Sejumlah unggahan sang presenter kini terlihat membatasi kolom komentar.

"Komentar di postingan ini sudah dibatasi," bunyi keterangan Instagram, dikutip Tribunnews, Jumat (30/1/2026). 

Baca juga: Dituding Bela Denada, Irfan Hakim Pertanyakan Iktikad Ressa: Kenapa Baru Muncul saat Dewasa?

Dituding Bela Denada, Irfan Hakim Pertanyakan Iktikad Ressa: Kenapa Baru Muncul saat Dewasa?

Mendengar pertanyaan Irfan Hakim soal ititkad Ressa, Hotman Paris pun mengurai kemungkinan yang melatarbelakangi langkah Ressa.

Menurut Hotman, bisa saja keberanian Ressa baru muncul setelah ia dewasa.

“Ya mungkin dia baru ada keberanian. Dia kan bukan ahli hukum. Saya dengar dia cuma kerja di warung kopi gaji Rp3 juta sebulan di Banyuwangi, ya mungkin dia baru ada yang menyarankan, itu boleh-boleh aja, tidak ada kadaluarsa istilahnya, belum,” jelas Hotman. 

Lebih lanjut, Hotman juga menjelaskan bahwa dugaan penelantaran anak bisa ditempuh melalui dua jalur hukum.

“Dugaan bahwa seorang anak menggugat ibu kandungnya karena tidak kasih nafkah. Sebenarnya dia bisa menempuh dua jalur, perdata tapi bisa juga secara pidana loh,” kata Hotman Paris.

Irfan kemudian melontarkan pertanyaan lanjutan terkait pihak yang seharusnya bertanggung jawab apabila Ressa memang benar anak Denada.

Ia menyinggung peran ayah biologis dalam tanggung jawab terhadap anak.

“Mengenai Denada itu, banyak yang ngomong kok nuntutnya ke ibunya, kan yang tanggung jawab atas kehidupan anak tuh sebenarnya bapak,” cecar Irfan Hakim.

Menanggapi hal itu, Hotman Paris memberikan penjelasan dari sudut pandang hukum.

Ia menegaskan bahwa status anak menjadi faktor penentu dalam penentuan tanggung jawab hukum.

“Saya enggak tahu apakah dia anak luar nikah atau anak sah atau dalam perkawinan. Kalau itu anak dalam perkawinan ya harusnya gugat dua-duanya. Tapi kalau memang dia anak ibunya tanpa perkawinan yang sah, maka hanya punya hubungan hukum dengan ibunya, jadi hanya bisa gugat ibunya,” ungkap Hotman.

Usai mendengar penjelasan tersebut, Irfan kembali menegaskan pandangannya bahwa isu dugaan penelantaran anak ini sejauh ini baru datang dari satu pihak.

Ia menilai kebenaran klaim tersebut belum bisa dipastikan lantaran Denada belum memberikan pernyataan resmi.

“Tapi kan kita baru dengar dari satu pihak ya, dari pihak Denada belum ada statement. Jadi benar atau tidaknya yang diungkapkan si anak tersebut belum bisa terbukti,” kata Irfan Hakim.

“Benar,” respon Hotman.

Irfan pun melanjutkan dengan pertanyaan soal kemungkinan tuntutan balik jika klaim tersebut terbukti tidak benar.

“Tapi jika itu terbukti tidak benar yang disampaikan, berarti bisa dituntut balik pencemaran nama baik?” tanya Irfan lagi.

Hotman menjawab dengan penjelasan tegas mengenai batasan hukum dalam kasus semacam ini.

“Tergantung, kalau dia hanya menempuh jalur pengadilan itu bukan pencemaran nama baik karena dia menempuh upaya yang benar. Tapi kalau dia podcast di mana-mana, termasuk kamu bisa kena, karena pidana itu ada pelaku utama, ada pelaku turut serta,” kata Hotman.

Respons Irfan Hakim dalam menyikapi polemik tersebut dinilai sebagian publik kurang menunjukkan sikap netral.

Hal itu pun memicu kekecewaan, lantaran banyak warganet merasa sang presenter kurang menghadirkan empati, terutama dari sudut pandang anak yang merasa ditelantarkan.

"Aa' Irfan, saya adalah anak yang ditinggal oleh Ibu dan tumbuh di bawah asuhan kakek dan nenek. Setelah berusia 20 tahun, baru berani bertanya siapa ibu kandung saya," ujar akun @siapalahaku_12***58 dikutip Tribunnews dari akun TikTok, @dramahalu. 

"Jangan mentang-mentang teman dekat, yang Salah pun dibela Aa," timpal akun @kh***za.

"Serius nih Irfan Hakim seen gak empati ini? Sebagai teman baik Denada, dia seharusnya bisa menasihati bukan bikin statement yang justru memperkeruh suasana," sahut akun @mom****ia. 

Baca juga: Emma Waroka Peringatkan Denada soal Hak Ressa Rizky Rosano, Kini Minta Masalah Segera Diselesaikan

(Tribunnews.com, Rinanda) 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas