Profil Denada, Penyanyi Dangdut yang Dituding Telantarkan Anak, Kini Meminta Maaf
Berikut adalah profil Denada, penyanyi dangdut yang dituding telantarkan anak dan digugat ke PN Banyuwangi oleh Ressa Rizky Rosano.
Penulis:
Falza Fuadina
Editor:
Salma Fenty
Ringkasan Berita:
- Penyanyi Dangdut, Denada, sedang menjadi perbincangan publik lantaran dituding telah menelantarkan anak kandungnya, Ressa Rizky Rosano.
- Setelah sempat digugat oleh Ressa ke Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi, Jawa Timur, putri sulung Emilia Contessa itu akhirnya mengakui bahwa Ressa merupakan anak kandungnya.
- Profil Denada.
TRIBUNNEWS.COM - Penyanyi Dangdut, Denada, sedang menjadi perbincangan publik lantaran dituding telah menelantarkan anak kandungnya, Ressa Rizky Rosano.
Setelah sempat digugat oleh Ressa ke Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi, Jawa Timur, putri sulung Emilia Contessa itu akhirnya mengakui bahwa Ressa merupakan anak kandungnya.
Berikut adalah profil Denada.
Profil Denada
Denada Elizabeth Anggia Ayu Tambunan atau yang akrab disapa dengan Denada itu lahir di Jakarta pada 19 Desember 1978.
Ia merupakan putri sulung dari pasangan Emilia Contessa dan Rio Tambunan.
Dalam kehidupan pribadinya, penyanyi yang juga model itu pernah menikah dengan seorang fotografer di Bali bernama Jerry Aurum pada 15 Februari 2012.
Mereka dikaruniai seorang buah hati berinisial SA, yang kemudian berganti nama menjadi AA.
Buah hati mereka sempat divonis kanker darah atau leukimia di usia 5 tahun.
Ia dinyatakan sembuh total pada 2020 silam.
Di tengah usaha Denada merawat putrinya, Jerry Aurum justru terjerat narkoba dan ditahan selama empat tahun dari vonis 11 tahun yang dijatuhkan.
Baca juga: Denada Minta Maaf Akui Ressa Anak Kandungnya hingga Sebut Nama Almarhum sang Ibunda
Hubungan pernikahan Denada dengan Jerry kemudian kandas setelah tiga tahun bersama.
Karier
Denada mulai aktif di dunia tarik suara pada awal era 1990.
Ia sempat meninggalkan kariernya sebagai penyanyi rap untuk melanjutkan pendidikannya di Australia.
Sepulangnya dari negeri Kanguru itu, Denada kembali ke dunia musik, tetapi ia memilih mencoba genre dangdut.
Tak disangka, lagu-lagu dangdut yang dipopulerkan itu sukses.
Denada bahkan masuk sebagai unggulan dalam beberapa penghargaan musik, di antaranya Anugerah Musik Indonesia (AMI) dan Penghargaan MTV Indonesia pada tahun 2005.
Wanita berusia 47 tahun itu telah merilis 9 album dan 8 single lagu.
Selain menjadi penyanyi, Denada juga merambah ke dunia akting.
Ia tercatat pernah membintangi sejumlah serial televisi seperti Jumirah ke Hollywood (2003-2004), Hari Hari Mau, Nyari Bini (2004), Rahasia Ilahi (2004), Cahaya Surga (2006), serta film televisi (FTV) yang berjudul Aku Cinta Kamu.
Di layar lebar, Denada turut berperan sebagai Bu Salman dalam film Kau & Aku Cinta Indonesia (2014), Step Mother di film Suka-Suka Super 7 & Idola Cilik dalam Habis Gelap Menuju Terang (2014), serta tampil di film Bulan di Atas Kuburan (2015).
Tidak hanya itu, Denada juga pernah menjadi model dalam sesi pemotretan karya Jerry pada 2009 saat ia merilis album foto bertajuk In My Room.
Di sisi lain, Denada sempat mencoba peruntungan di dunia politik dengan bergabung bersama Partai Amanat Nasional (PAN). Ia pernah mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Jawa Timur VIII, tetapi belum berhasil meraih kursi di Senayan.
Diskografi:
Album Pop:
- Kujelang Hari (1994)
- Ini Album Gue (1997)
- Awal Baru (2000)
- Call Me Dena (2010)
- Matahari
- Dangdut Gaul
- Mae
- ST
- One Stop Dangdut (2007)
Singel:
- "Bisa Gila"
- "Kamu Memang Gila" (2012)
- "No Way" (2016)
- "Mercusuar" (bersama JFlow; 2016)
- "Mutha Futha" (2018)
- "Lagu Batak" (bersama JFlow; 2021)
- "Pitik Gemoy" (2023)
- "Cuan" (2024)
Filmografi:
- Kau & Aku Cinta Indonesia (2014)
- Suka-Suka Super 7 & Idola Cilik dalam Habis Gelap Menuju Terang (2014)
- Bulan di Atas Kuburan (2015)
Serial televisi:
- Jumirah ke Hollywood (2003—2004)
- Hari Hari Mau (2003—2004)
- Nyari Bini (2004)
- Rahasia Ilahi (2004)
- Cahaya Surga (2006)
FTV:
- Aku Cinta Kamu
Acara televisi:
- Dibisikin (2002) sebagai presenter
- The Remix (2015) sebagai partisipasi
- DMD Panggung Rezeki (2024) sebagai pengisi acara
- Amazing Dance Indonesia (2024) sebagai juri
Denada soal Tudingan Telantarkan Anak dan Digugat ke PN Banyuwangi
Belakangan santer kabar bahwa Denada dituding telah menelantarkan anak kandungnya, Ressa Rizky Rosano.
Pria yang kini berusia 24 tahun itu kemudian menggugat ibu kandungnya ke PN Banyuwangi terkait dugaan penelantaran anak dan menuntut ganti rugi senilai Rp 7 miliar.
Ressa mengaku baru mengetahui ia merupakan anak kandung Denada setelah lulus SMA.
Menurut Ronald, kakak ipar Ressa, awalnya Ressa tidak ingin membawa masalah ke jalur hukum.
Namun setelah melihat perjuangan Denada merawat putrinya yang sakit kanker, ia merasa diperlakukan tidak adil.
Perasaan itu semakin kuat setelah ibu Denada, Emilia Contessa, meninggal dan Ressa mengetahui bahwa dirinya adalah anak kandung Denada.
Selama ini, menurut Firdaus, Ressa dititipkan dan dibesarkan oleh adik kandung Emilia yang juga merupakan paman dan bibi Denada.
"Jadi saya buka sekalian ya, beliau namanya Dino Rossano Hansa, kebetulan adinda (adik) kandung dari almarhum Emilia Contessa," jelas Ronald, dikutip dari YouTube Cumicumi, Minggu (11/1/2026).
"Sebetulnya saya tidak ingin mengajukan gugatan ini. Mulai 24 tahun Ressa dititipkan sampai baru kemarin itu, tidak ada sedikit pun keinginan dari kami untuk mengajukan gugatan," bebernya.
Akan tetapi, pasca-meninggalnya Emilia, Ressa mulai mengetahui dirinya bukan anak kandung Dino Rossano Hansa.
"Pasca Emilia Contessa itu baru meninggal, yang bersangkutan yaitu Ressa sendiri baru tahu kalau ternyata dia bukan anak dari Pak Dino Rossano Hansa."
"Makanya, ketika dia sempat melihat beberapa pemberitaan terkait dengan perjuangan Denada itu sebagai ibu yang memperjuangkan penyakit adiknya kemarin itu, ya wajar anak itu menjadi sedih dan bertanya-tanya, 'Kok kenapa aku tidak mendapatkan perlakuan dan hak yang sama gitu loh'," tandas Ronald lagi.
Namun, disinggung soal alasannya kini menuntut Denada terkait dugaan penelantaran anak, pihaknya enggan membeberkan.
Ronald berdalih akan membuka hal itu di pengadilan.
"Ada alasan-alasan yang menjadi cikal bakal yang melatarbelakangi saya mengajukan gugatan itu ya, tapi tidak saya buka di pers. Mungkin nanti mengikuti ritme pemeriksaan persidangan di pengadilan," selorohnya.
Lebih jelas, ia hanya meminta pertanggungjawaban Denada sebagai seorang ibu.
"Sebetulnya konteksnya adalah pertanggungjawaban yang diminta di dalam gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) saya, yang seharusnya pertanggungjawabannya itu sudah menjad bentuk kewajiban dari seorang ibu," lanjut Ronald.
"Itu sama sekali tidak ada atensi dari Denada sebagai ibunya, itu udah hampir 100 persen full tidak ada sumbangsih sama sekali," tegasnya.
Denada Akhirnya Mengakui
Denada akhrinya angkat bicara dan mengakui bahwa Ressa Rizky Rosano merupakan anak kandungnya.
Pengakuan tersebut disampaikan Denada melalui sebuah video pernyataan yang diunggah di media sosial.
“Saya Denada Tambunan menyatakan bahwa Ressa Rosano adalah anak kandung saya," ujar Denada dikutip Tribunnews, Senin (2/2/2026).
Dalam video itu, Denada menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada Ressa karena tidak bisa membersamainya sejak masih bayi.
Ia mengungkapkan bahwa kondisi psikisnya saat itu tidak memungkinkan untuk menjalani peran sebagai seorang ibu.
"Dan saya betul-betul minta maaf kepada Resa karena Resa tidak hidup bersama saya dari mulai dia masih bayi. Saat itu kondisi psikis saya sedang tidak layak,” katanya.
Denada turut menyampaikan permohonan maaf karena baru membuka fakta itu setelah sekian lama. Ia mengaku telah melakukan kekhilafan.
“Saya juga ingin minta maaf kepada Resa karena baru saat ini saya memberitahukan Resa bahwa saya adalah ibu kandungnya. Itu kesalahan saya, itu kebodohan saya, itu kekhilafan saya,” ucapnya.
Saat ini, Denada mengaku hanya bisa berharap agar Ressa bersedia memaafkan dan menerima dirinya sebagai ibu kandung, meski dengan segala kekurangan yang ia miliki.
“Saya cuma bisa berdoa dan berharap semoga Resa mau memaafkan saya dan menerima saya, ibu kandungnya, dengan segala kekurangan saya,” katanya.
Tak hanya kepada sang anak, Denada juga menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga besarnya, termasuk kepada almarhum ibunya.
“Saya juga minta maaf kepada almarhum Mama, dan kepada semua adik-adik saya. Semoga Allah mengampuni semua dosa-dosa dan khilaf saya,” tutup Denada.
(Tribunnews.com/Falza/Salma/Fauzi Nur Alamsyah)
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.