Prilly Latuconsina Minta Maaf, Pahami Amarah Netizen Soal Status Cari Kerja di LinkedIn
Kegaduhan berawal saat Prilly memasang fitur "Open to Work" pada profil LinkedIn miliknya hingga meraih 30.000 koneksi dalam waktu singkat.
Editor:
Willem Jonata
Ringkasan Berita:
- Kegaduhan berawal saat Prilly memasang fitur "Open to Work" pada profil LinkedIn miliknya hingga meraih 30.000 koneksi dalam waktu singkat
- Sebagian netizen menilai langkah Prilly tidak sensitif dan kurang berempati terhadap realitas para pengangguran yang berjuang keras mencari pekerjaan
- Prilly menegaskan sejak awal tidak berniat untuk meremehkan perjuangan para pencari kerja, melainkan murni untuk membuka komunikasi profesional di ranah baru yang ingin ia jelajahi
TRIBUNNEWS.COM - Aktris Prilly Latuconsina akhirnya menyampaikan permohonan maaf terbuka menyusul kegaduhan yang dipicu oleh unggahannya di platform profesional LinkedIn.
Prilly menyadari bahwa tindakannya telah memicu kemarahan dan rasa tidak nyaman di kalangan masyarakat, terutama para pencari kerja.
Melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya, Selasa (3/2/2026), Prilly mengakui bahwa dirinya memahami emosi negatif yang muncul dari publik.
"Aku paham situasi ini memunculkan banyak reaksi dan emosi. Aku juga mengerti kenapa sebagian dari kalian merasa marah, kecewa, atau enggak nyaman. Untuk itu aku menyampaikan klarifikasi ini dengan itikad baik," ujar Prilly dengan nada rendah.
Bermula dari Fitur "Open to Work"
Kegaduhan berawal saat Prilly memasang fitur "Open to Work" pada profil LinkedIn miliknya hingga meraih 30.000 koneksi dalam waktu singkat.
Sebagian netizen menilai langkah Prilly, tidak sensitif dan kurang berempati terhadap realitas para pengangguran yang tengah berjuang keras mendapatkan pekerjaan di tengah situasi ekonomi yang menantang.
Baca juga: Nama Prilly Latuconsina Trending di Media Sosial, Denny Sumargo Heran: Kenapa Kok Ramai?
Prilly mengakui adanya perbedaan pengalaman hidup antara dirinya dengan masyarakat luas yang menyebabkan munculnya "celah empati" saat ia mengunggah status tersebut.
"Aku sadar, posisiku dan pengalaman hidupku tidak sama dengan semua orang. Aku mengerti kenapa hal ini bisa terasa menyakitkan bagi sebagian pihak," tuturnya secara jujur.
Ditegaskannya bahwa sejak awal tidak berniat untuk meremehkan perjuangan para pencari kerja, melainkan murni untuk membuka komunikasi profesional di ranah baru yang ingin ia jelajahi.
Namun, Prilly menerima kenyataan bahwa cara penyampaiannya justru berbuah kesalahpahaman.
"Pertama-tama aku minta maaf dengan tulus kalau apa yang terjadi telah menimbulkan rasa enggak nyaman. Ini bukan hal yang ingin aku ciptakan," lanjutnya.
Sebagai bentuk tanggung jawab moral sebagai figur publik, Prilly berjanji untuk lebih berhati-hati dalam berkomunikasi di ruang publik, terutama terkait isu-isu sensitif.
Ia juga berterima kasih atas kritik dan masukan yang diberikan masyarakat kepadanya.
"Ke depannya, aku tetap berkomitmen untuk menjalankan dan melanjutkan kerja sama serta kegiatan yang memberikan dampak positif bagi banyak orang," tutup Prilly.
Klarifikasi ini diharapkan dapat menjernihkan situasi dan meredam ketegangan yang sempat memanas di berbagai platform media sosial dalam beberapa hari terakhir.
Baca tanpa iklan