Mediasi Gagal, Polisi Usut Kasus Teror Karangan Bunga ke Dokter Oky Pratama
Dokter Oky Pratama lapor teror karangan bunga ke Polda Metro. Polisi sebut pengirim teridentifikasi, mediasi gagal, penyidikan tetap berjalan.
Penulis:
Reynas Abdila
Editor:
Acos Abdul Qodir
Ringkasan Berita:
- Dokter Oky terima karangan bunga berisi fitnah
- Polisi sebut pengirim sudah teridentifikasi, mediasi gagal
- Penyidikan lanjut, saksi ahli diminta beri keterangan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Dokter kecantikan Oky Pratama melaporkan dugaan teror karangan bunga berisi fitnah ke Polda Metro Jaya. Polisi memastikan kasus tetap diusut setelah mediasi dengan terlapor gagal.
Dokter kecantikan Oky Pratama melaporkan dugaan teror karangan bunga ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya dengan nomor LP/B/6090/VIII/2025/SPKT/POLDA METRO JAYA. Laporan tersebut dibuat pada 28 Agustus 2025.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto membenarkan laporan itu.
“Memang pelapor Dokter Oky Pratama melaporkan suatu peristiwa pada saat rumah ataupun tempatnya dikirim bunga papan atau karangan bunga yang mengandung teror, intimidasi,” ujar Budi di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (3/2/2026).
Kronologi Peristiwa
Peristiwa pengiriman karangan bunga terjadi sekitar Juli hingga Agustus 2025 di kediaman Oky. Karangan bunga tersebut diduga bermuatan fitnah dan intimidasi.
Polisi menyebut Subdit Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya telah mengetahui pihak pengirim.
Bahkan, sempat memfasilitasi mediasi dengan dua terlapor berinisial HPS dan IW pada 8 Januari 2026. Namun, keduanya tidak hadir dalam pemanggilan tersebut.
Baca juga: BREAKING NEWS: Bareskrim Geledah Kantor PT Shinhan Sekuritas Terkait Dugaan Kasus Saham Gorengan
Proses Penyidikan
Kombes Budi menegaskan penyidikan tetap berjalan.
“Proses masih terus berjalan, penyidik tengah melakukan koordinasi dengan ahli bahasa dan ahli hukum pidana, jadi perkara tetap berjalan,” katanya.
Polisi juga meminta keterangan saksi ahli untuk memperkuat bukti dan memastikan kasus ini dapat diungkap secara tuntas.
Kasus dugaan teror karangan bunga ini menunjukkan bentuk intimidasi yang tidak biasa. Publik menanti langkah tegas aparat agar keadilan bagi pelapor benar-benar terwujud.
Baca tanpa iklan