Vakum dari Aktivitas Girl Group V1RST, Safapolly Comeback sebagai DJ
Safapolly menegaskan langkah ini lahir dari passion bermusik yang sudah lama dimiliki, bukan ikut-ikutan tren.
Penulis:
Bayu Indra Permana
Editor:
Willem Jonata
Ringkasan Berita:
- Safapolly kembali ke industri hiburan sebagai disc jockey
- Jebolan ajang The Voice Kids 2019 itu mulai serius menekuni dunia DJ sejak mengikuti kursus profesional pada November 2025
- Safapolly menghadapi tantangan besar stigma masyarakat terhadap DJ wanita yang kerap dikaitkan dengan hal-hal negatif
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Setelah tiga tahun vakum dari aktivitas girl group V1RST, Safapolly akhirnya kembali ke industri hiburan dengan arah baru.
Bukan lagi tampil sebagai penyanyi grup maupun solois di atas panggung, kini ia memilih menekuni disc jockey (DJ).
Keputusan ini bukan sekadar perubahan jalur karier, tapi juga bagian dari misinya untuk mematahkan stigma negatif yang selama ini melekat pada profesi DJ, terutama perempuan.
Jebolan ajang The Voice Kids 2019 itu mulai serius menekuni dunia DJ sejak mengikuti kursus profesional pada November 2025.
Baca juga: Ingin Seperti Winky Wiryawan, Ita Rahma Putuskan Jadi DJ Usai Ibunda Meninggal
Meski terbilang baru, ia menegaskan langkah ini lahir dari passion bermusik yang sudah lama dimiliki, bukan ikut-ikutan tren.
“Sebenarnya menurut aku pribadi karena sama-sama musik," kata Safapolly di kawasan Kuningan Jakarta Selatan, Senin (16/2/2026).
"Ini tentang BPM, tentang tempo, tentang lagu. Jadi aku masih senang mainnya,” ujar Safapolly.
Ia juga mengaku banyak terinspirasi oleh DJ internasional seperti Peggy Gou, Hugel, dan Baby J dalam membentuk karakter bermusiknya.
Di balik semangat barunya, Safapolly menghadapi tantangan besar stigma masyarakat terhadap DJ wanita yang kerap dikaitkan dengan hal-hal negatif.
“Untuk teman-teman di luar sana, stop stereotype. Kalau ceweknya DJ itu artinya cewek gak benar," tegasnya.
"Karena gak semua orang seperti itu. Ada orang yang benar-benar nge-DJ karena memang suka musik,” jelas Safapolly.
Menurutnya, meski berbeda dari latar belakang musik R&B dan pop yang dulu ia geluti, tantangan mixing lagu justru memberi sensasi baru yang memacu adrenalin.
Kini, genre seperti Baile Funk dan EDM menjadi warna utama dalam eksplorasi musiknya.
Safapolly percaya profesionalisme adalah kunci untuk mengubah pandangan tersebut.
“Aku memang suka fashion. Aku pengen tampil seksi, tapi seksinya tuh yang elegan. Cara menjaganya adalah dengan jaga diri, karena kita kerja profesional,” bebernya.
Ke depan, Safapolly tidak hanya ingin dikenal sebagai DJ panggung, ia menargetkan bisa merilis karya orisinalnya.
(Tribunnews.com/ Bayu Indra Permana)
Baca tanpa iklan