Ramadan Penuh Prihatin, Haddad Alwi Nilai Pemerintah dan Rakyat Tidak Akur, Siap Jadi Penengah
Penyanyi religi Haddad Alwi memaknai Ramadan tahun ini dengan perasaan yang berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Penulis:
M Alivio Mubarak Junior
Editor:
Anita K Wardhani
Laporan Wartawan Tribunnews.com, M Alivio Mubarak Junior
Ringkasan Berita:
- Haddad Alwi memaknai Ramadan tahun ini dengan perasaan yang berbeda.
- Penyanyi religi ini merasa prihatin dengan kondisi negeri ini.
- Selain bencana, hubungan antara pemerintah dan masyarakat yang dinilainya belum selaras.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penyanyi religi Haddad Alwi memaknai Ramadan tahun ini dengan perasaan yang berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Ia mengaku merasakan keprihatinan melihat kondisi bangsa yang belakangan diterpa berbagai bencana serta hubungan antara pemerintah dan masyarakat yang dinilainya belum selaras.
Baca juga: Haddad Alwi Dapat Pesan dari Penonton Konser, Kirim Foto Tato hingga Tobat Usai Dengar Lagunya
"Memaknai Ramadan tahun ini kalau buat Abi adalah penuh keprihatinan. Kita sadar bahwa negeri ini akhir-akhir ini banyak bencana," kata Haddad Alwi di kawasan Cinere, Depok belum lama ini.
Menurutnya, masih ada jarak antara pemerintah dan masyarakat.
Ia melihat adanya rasa saling curiga yang membuat hubungan keduanya kurang harmonis.
"Yang Abi lihat, antara masyarakat dan pemerintah kayak belum klop. Ya. Pemerintah selalu dicurigai oleh masyarakatnya, masyarakatnya merasa pemerintah enggak memperhatikannya," ujarnya.
Meski demikian, Haddad mengaku tetap berusaha melihat segala sesuatu dengan prasangka baik, ia menilai semuanya punya keinginan yang baik buat negeri ini.
Pelantun lagu 'Ibu' itu juga mengingatkan agar pemerintah dan masyarakat sama-sama melakukan introspeksi.
Menurutnya pemerintah memiliki daya untuk memperbaiki keadaan, sementara masyarakat juga diharapkan tidak terus menerus berpandangan negatif ke pemerintah.
Lebih lanjut, Haddad Alwi menyatakan kesediaannya untuk menjadi penengah.
"Jadi kalau Abi boleh bilang sama pemerintah, Abi bersedia untuk menjadi penengah antara masyarakat dan pemerintah bersama Ustaz Dery dan Mas Is," pungkasnya.
Baca tanpa iklan