Soal Film Bisikan Jenazah 2, Hanung Bramantyo: Belum Ada Pembicaraan Serius dengan Aldi Taher
Hanung Bramantyo menegaskan hingga saat ini belum ada pembicaraan serius tentang keterlibatannya dalam proyek film Bisikan Jenazah 2.
Penulis:
Fauzi Nur Alamsyah
Editor:
Febri Prasetyo
Ringkasan Berita:
- Hanung Bramantyo mengatakan belum ada pembicaraan serius tentang keterlibatannya dalam proyek film Bisikan Jenazah 2.
- Sebelumnya, Aldi Taher sempat menyinggung kabar keterlibatan Hanung dalam film itu.
- Hanung mendukung siapa pun yang ingin berkarya dalam industri perfilman tanah air.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kabar keterlibatan Hanung Bramantyo dalam proyek film Bisikan Jenazah 2 yang sempat diungkap Aldi Taher di Instagram menuai perhatian publik.
Aldi Taher sebelumnya sempat mengumumkan melalui media sosial bahwa sekuel film Bisikan Jenazah akan digarap oleh Hanung Bramantyo.
Hanung Bramantyo akhirnya angkat bicara. Ia menegaskan hingga saat ini belum ada pembicaraan serius tentang keterlibatannya dalam proyek tersebut.
“Belum ada pembicaraan serius soal ini,” ujar Hanung kepada awak media, Minggu (22/3/2026).
Hanung membenarkan bahwa Aldi Taher sempat menemuinya. Bahkan, pertemuan itu terjadi saat Aldi datang ke masjid untuk menjalankan i’tikaf. Aldi juga sempat membawa produk burger miliknya yang sempat viral.
“Dia datang ke Masjid Salim Kamil untuk i’tikaf sambil membawa burger viralnya,” kata Hanung.
Lebih lanjut, Hanung mengungkapkan bahwa Aldi sempat menyampaikan keinginannya untuk menggarap film Bisikan Jenazah 2. Namun, ia mengaku menanggapi hal tersebut dengan santai.
“Dia memang menyampaikan keinginan membuat film itu kepada saya, tapi saya anggap sebagai itikad baik saja,” katanya.
Baca juga: Hanung Bramantyo Ungkap Rencana Lebaran di Jogja demi Garap Film Kolaborasi Korea
Meski begitu, Hanung menegaskan dirinya terbuka mendukung siapa pun yang ingin berkarya dalam industri perfilman tanah air.
Namun, ia mengingatkan bahwa proses pembuatan film tidak boleh dilakukan secara asal-asalan.
“Siapa pun yang mau bikin film Indonesia tentu saya dukung, asalkan prosesnya benar. Bukan sekadar karena viral lalu dibuat,” katanya.
“Harus ada skenario yang kuat, plot twist yang tidak mudah ditebak, visual yang serius, dan anggaran yang dikelola dengan bijak. Tidak hanya mengandalkan viralitas,” ujarnya.
Baca tanpa iklan