Lebaran Tanpa Anak, Insanul Fahmi Nangis Kenang Momen Haru Bersama Buah Hati
Lebaran Insanul Fahmi terasa pilu tanpa anak di tengah perceraian. Kerinduan mendalam dan upaya bertemu tak direspons
Penulis:
Fauzi Nur Alamsyah
Editor:
Eko Sutriyanto
Ringkasan Berita:
- Lebaran yang mestinya bahagia justru terasa pilu bagi Insanul Fahmi karena harus merayakannya tanpa anak-anak di tengah proses perceraian
- Kerinduan memuncak saat mengingat ucapan polos sang anak yang menanyakan kebersamaan mereka
- Upaya bertemu pun tak direspons, sehingga langkah hukum disiapkan demi menjaga hak sebagai ayah
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fauzi Alamsyah
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Momen Hari Raya yang seharusnya penuh kebahagiaan justru terasa pilu bagi Insanul Fahmi.
Di tengah proses perceraian dengan sang istri, Wardatina Mawa, Insanul Fahmi harus menjalani Lebaran tanpa kehadiran anak-anaknya.
“Iya, kemarin Lebaran dia sendiri saja sama keluarga di Medan. Dia cerita sampai nangis,” ujar Tommy Tri Yunanto, kuasa hukum Insanul Fahmi, Selasa (24/3/2026).
Kesedihan Insanul bukan tanpa alasan. Ia mengaku sangat merindukan anak-anaknya, terlebih ada momen yang begitu membekas di hatinya saat terakhir bertemu sang buah hati.
“Anaknya bilang, ‘Abati kenapa nggak pernah tidur sama Afnan?’ Itu yang bikin Insanul sangat sedih,” ungkapnya.
Ucapan polos sang anak tersebut menjadi pukulan emosional bagi Insanul.
Baca juga: Curhatan Mawa saat Sungkem Lebaran, Keluarga Besar Tangisi Nasibnya Kini Cerai dari Insanul Fahmi
Ia merasa kehilangan momen kebersamaan yang selama ini menjadi bagian penting dalam hidupnya sebagai seorang ayah.
Tak hanya itu, upaya Insanul untuk bertemu anak-anaknya saat Lebaran juga disebut tidak berjalan mulus.
Komunikasinya dengan Mawa terkait pertemuan tersebut tidak mendapatkan respons.
“Dia sempat minta ketemu anak, tapi tidak direspons. Itu yang terjadi,” kata Tommy.
Melihat kondisi ini, pihak Insanul berencana mengambil langkah lebih lanjut demi memastikan haknya sebagai ayah tetap terpenuhi, termasuk kemungkinan melibatkan lembaga perlindungan anak.
“Ke depan akan kita upayakan supaya ada aturan yang jelas, agar bapaknya tetap bisa bertemu anak,” jelas Tommy.
“Anak itu tidak boleh dipisahkan secara emosional dari kedua orang tuanya. Harus tetap seimbang,” tandasnya.
Baca tanpa iklan