Setiap Hari ke Makam, Orangtua Vidi Aldiano Jaga Kedekatan Lewat Doa
Orangtua Vidi Aldiano rutin ziarah 40 hari demi tetap merasa dekat. Makamnya dipenuhi bunga dari keluarga, sahabat, dan penggemar
Editor:
Eko Sutriyanto
Ringkasan Berita:
- Orangtua Vidi Aldiano rutin berziarah ke makam putra mereka di TPU Tanah Kusir sejak kepergiannya pada 7 Maret 2026
- Mereka percaya selama 40 hari arwah masih memiliki energi sehingga doa terasa lebih dekat
- Di sisi lain, makam Vidi terus dipenuhi bunga dari pelayat, meski harus rutin dibersihkan agar tetap rapi
Laporan Wartawan Wartakotalive, Arie Puji Waluyo
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Orangtua mendiang penyanyi Vidi Aldiano, yakni Harry Kiss dan Besbarini, rutin mengunjungi makam putra mereka di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan.
Sejak Vidi Aldiano meninggal dunia pada 7 Maret 2026, keduanya hampir setiap hari datang untuk berziarah dan memanjatkan doa.
Harry Kiss mengungkapkan alasan dirinya dan sang istri terus mendatangi makam anaknya selama 40 hari setelah kepergian Vidi.
“Katanya arwah itu selama 40 hari energinya masih ada. Ini bukan cuma kepercayaan orang Jawa saja, saya juga sempat membaca ulasan dari media internasional,” ujar Harry di makam Vidi, Selasa (24/3/2026).
Ia menambahkan, setelah 40 hari, energi tersebut diyakini akan berkurang, meski tidak sepenuhnya hilang.
“Setelah 40 hari katanya energinya mengecil, tapi tetap ada,” lanjutnya.
Baca juga: Keluarga Sempat Bingung Bunga di Makam Vidi Aldiano Hilang Tiap Sore, Ternyata Ini yang Terjadi
Karena tidak lagi bisa bertemu secara fisik, Harry mengaku ingin tetap merasakan kedekatan dengan mendiang putranya melalui doa selama masa tersebut.
“Makanya selama 40 hari ini kami akan terus ke makam untuk berdoa,” ucapnya.
Di sisi lain, Harry bersyukur makam Vidi Aldiano masih terus didatangi banyak pelayat, mulai dari keluarga, sahabat, hingga para penggemar.
Ia bahkan mengaku terkejut dengan banyaknya bunga yang diletakkan di atas makam.
“Kalau bunga, ternyata kalau terlalu banyak ditaruh di atas makam yang masih baru, rumputnya jadi tidak tumbuh. Jadi setiap sore petugas makam membersihkannya. Bisa sampai dua karung karena banyaknya bunga,” jelas Harry.
Meski demikian, Harry tidak mempermasalahkan bunga-bunga tersebut diangkut oleh petugas. Baginya, yang terpenting adalah makam putranya tetap tertata rapi.
“Namanya juga aturan, tidak apa-apa,” tutup Harry.
Baca tanpa iklan