Selesaikan Studi Doktoral, Tom Liwafa Siap Implementasikan Riset Inovasi ke Masyarakat
Tom Liwafa mengajak generasi muda untuk tetap mengutamakan pendidikan sebagai fondasi utama. Latar akademik modal kuat hadapi tantangan global.
Penulis:
Bayu Indra Permana
Editor:
Willem Jonata
Ringkasan Berita:
- Tom Liwafa menyelesaikan masa studinya dalam waktu 3 tahun 8 bulan dan berhasil meraih predikat cumlaude
- Riset disertasi berjudul Innovation Aesthetic for Sustainability Competence Advantage
- Baginya, pencapaian jenjang pendidikan tertinggi ini merupakan tanggung jawab moral untuk terus meningkatkan kapasitas diri di tengah tugasnya sebagai wakil rakyat
TRIBUNNEWS.COM - Anggota DPR RI, Arizal Tom Liwafa, resmi menyandang gelar Doktor di bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) dari Universitas Airlangga (UNAIR).
Prosesi pengukuhan tersebut berlangsung dalam wisuda yang digelar di Airlangga Convention Center (ACC), Kampus MERR-C, Sabtu (11/4/2026).
Tom Liwafa menyelesaikan masa studinya dalam waktu 3 tahun 8 bulan dan berhasil meraih predikat cumlaude.
Baginya, pencapaian jenjang pendidikan tertinggi ini merupakan tanggung jawab moral untuk terus meningkatkan kapasitas diri di tengah tugasnya sebagai wakil rakyat.
Pria yang akrab disapa Tom ini mengakui bahwa pengalaman selama menempuh pendidikan S3 memberikan dampak signifikan terhadap perannya di ranah politik.
Ia menilai pola pikir sistematis dan kemampuan analisis yang tajam menjadi modal krusial dalam menjalankan tugas-tugas legislasi.
“Pendidikan mengajarkan kita untuk berpikir lebih bijaksana dan terstruktur. Selain itu, jejaring yang terbentuk di lingkungan kampus sangat strategis bagi siapa pun yang ingin berkecimpung di dunia politik,” ujar Tom.
Ia juga menambahkan bahwa pemilihan UNAIR sebagai almamater didasari oleh reputasi akademik kampus yang kuat serta lingkungan intelektual yang kompetitif di Jawa Timur.
Sebagai bentuk implementasi nyata dari studinya, Tom Liwafa berkomitmen untuk melakukan hilirisasi terhadap hasil riset disertasinya yang berjudul Innovation Aesthetic for Sustainability Competence Advantage.
Ia menegaskan bahwa penelitian tersebut tidak akan dibiarkan hanya menjadi dokumen akademik semata.
“Hasil penelitian ini tidak akan berhenti di perpustakaan. Saya akan mengembangkannya agar dapat diakses dan dimanfaatkan oleh masyarakat luas, sektor industri, serta dalam penyusunan kebijakan publik di masa depan,” tegasnya.
Tom mengajak generasi muda untuk tetap mengutamakan pendidikan sebagai fondasi utama. Menurutnya, latar belakang akademik yang kuat adalah modal penting untuk menghadapi tantangan dan persaingan global yang semakin ketat.
Langkah hilirisasi riset yang dicanangkan Tom diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan literasi nasional serta memberikan dampak ekonomi bagi industri di Indonesia.
(Tribunnews.com/ Bayu Indra Perdana)
Baca tanpa iklan