Dari Ragu Jadi Juara, Perjalanan Giok Kinski dan Misi Mengembangkan Potensi Diri
Bagi Giok Kinski Maharani Detri Ayusta, keraguan justru menjadi titik awal perubahan yang membawanya hingga ke panggung Puteri Indonesia.
Penulis:
Eko Sutriyanto
Editor:
Willem Jonata
Ringkasan Berita:
- Perjalanan Giok Kinski Maharani Detri Ayusta berawal dari keraguan hingga sukses di Putri Indonesia 2023 sebagai juara inteligensia.
- Kini ia fokus membantu orang lain berkembang.
- Indayati Utomo menegaskan setiap orang berpotensi sukses jika mau mengeksplorasi diri.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perjalanan hidup tidak selalu dimulai dari keyakinan. Bagi Giok Kinski Maharani Detri Ayusta, keraguan justru menjadi titik awal perubahan yang membawanya hingga ke panggung Puteri Indonesia.
Ia mengenang keputusan penting pada 2019 untuk mulai berkembang, meski saat itu masih kurang percaya diri dan belum memiliki arah yang jelas.
"Dari proses tersebut, saya memahami bahwa kepercayaan diri adalah sesuatu yang bisa dilatih dan transformasi itu membawanya berani mengikuti Puteri Indonesia 2023," kata Giok saat acara perayaan 40 Years JRP Indonesia – Grand Reunion di Jakarta belum lama ini.
Hasilnya, ia terpilih sebagai wakil DKI Jakarta I dan meraih juara pertama kategori inteligensia, membuktikan kualitasnya tak hanya dari penampilan, tetapi juga pola pikir dan intelektualitas.
Baca juga: Tanggung Firsta Yufi Amarta Sejak Menyandang Puteri Indonesia 2025
Bagi Gieok, pencapaian tersebut bukanlah akhir.
Kini, dalam perannya sebagai fasilitator, Gieok merasakan perubahan sudut pandang yang signifikan.
Jika dulu ia berada di posisi sebagai individu yang dibimbing, kini ia menjadi bagian dari proses yang membantu orang lain bertumbuh.
“Rasanya berbeda ketika kita tidak hanya berkembang untuk diri sendiri, tetapi juga mengajak orang lain untuk berkembang bersama,” ungkapnya.
Sementara itu, Komisaris dan Direktur Internasional John Robert Powers, Indayati Utomo mengatakan, setiap individu memiliki potensi untuk sukses.
“Tidak ada individu yang ditakdirkan gagal, yang ada hanyalah mereka yang belum mengeksplorasi dirinya,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan sejati bukan hanya soal pencapaian, tetapi tentang bagaimana membantu orang lain berkembang.
Baca tanpa iklan