Mantrika Perkenalkan 'Partikel Dosa', Lagu Perdana Sarat Makna dan Nuansa Spiritual
Lagu 'Partikel Dosa" dinilai relevan dengan kondisi generasi saat ini yang kerap berhadapan dengan konflik identitas serta tekanan emosional.
Penulis:
Fauzi Nur Alamsyah
Editor:
Willem Jonata
Ringkasan Berita:
- Band Mantrika mengusung genre spiritual electronic rock, sebuah perpaduan musik rock dengan sentuhan elektronik serta nuansa reflektif yang sarat makna
- Dalam lagu Partikel Dosa, Mantrika memadukan dentuman rock dengan elemen elektronik atmosferik. Mereka juga menyisipkan lirik bernuansa folk yang simbolik dan spiritual
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Band pendatang baru asal Ibu Kota, Mantrika mulai memperkenalkan warna musiknya di industri musik Tanah Air lewat single perdana berjudul Partikel Dosa.
Meski terbilang baru, Mantrika hadir dengan konsep yang cukup matang, baik dari sisi musikalitas maupun cerita yang ingin disampaikan kepada pendengar.
Grup ini mengusung genre spiritual electronic rock, sebuah perpaduan musik rock dengan sentuhan elektronik serta nuansa reflektif yang sarat makna.
Baca juga: Tak Sekadar Bermusik, Dongker Pilih Suarakan Kritik Lewat Lagu
Dalam lagu Partikel Dosa, Mantrika memadukan dentuman rock dengan elemen elektronik atmosferik.
Mereka juga menyisipkan lirik bernuansa folk yang simbolik dan spiritual.
Pendekatan tersebut membuat karya mereka tak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga media perenungan bagi para pendengar.
Mantrika menyebut setiap karya yang dirilis merupakan bagian dari satu semesta naratif yang saling terhubung dan terus berkembang.
"Secara tema, Partikel Dosa menceritakan pergulatan manusia modern antara iman, kesalahan, dan usaha memahami diri sendiri.
Lewat metafora sederhana seperti napas, nadi, hingga dosa yang melekat, lagu ini mencoba menggambarkan bagaimana kesalahan kecil bisa terus hadir dalam keseharian manusia," kata Mantrika kepada awak media, Senin (27/4/2026).
Tema tersebut dinilai relevan dengan kondisi generasi saat ini yang kerap berhadapan dengan konflik identitas serta tekanan emosional.
Meski berstatus band baru, Mantrika diperkuat oleh sejumlah musisi berpengalaman.
Salah satunya Ari, yang dikenal sebagai mantan bassist Letto.
Selain Ari, ada Fendi yang mengisi keyboard dan synthesizer untuk membangun atmosfer musik mereka. Sementara Krist dipercaya sebagai vokalis sekaligus penulis lagu.
Tak hanya fokus pada musik, Mantrika juga menyiapkan strategi distribusi karya di era digital.
Single Partikel Dosa dirancang hadir di berbagai platform musik digital dengan konsep visual minimalis serta narasi yang konsisten.
Melalui karya perdananya ini, Mantrika ingin membuka ruang tafsir bagi pendengar untuk menemukan makna masing-masing dari lirik dan suasana yang dibangun.
(Tribunnews.com/ Fauzi Alamsyah)
Baca tanpa iklan