Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Seleb
LIVE ●

Gigi Berlubang Jangan Anggap Sepele, Terutama pada Anak dengan Jantung Bawaan

Edukasi soal kesehatan gigi penting dipahami orang tua karena kesehatan mulut juga berkaitan dengan kesehatan organ tubuh lain.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
zoom-in Gigi Berlubang Jangan Anggap Sepele, Terutama pada Anak dengan Jantung Bawaan
HO/IST
KELAINAN JANTUNG BAWAAN - Ilustrasi penyakit jantung bawaan pada anak.  Tetralogi Fallot merupakan salah satu kelainan jantung bawaan kompleks yang muncul sejak bayi lahir. Penyakit ini dinamai “tetralogi” karena terdiri dari empat kelainan struktur jantung yang terjadi bersamaan. 
Ringkasan Berita:
  • Gigi berlubang pada anak dengan kelainan jantung bawaan, memiliki risiko lebih tinggi mengalami infective endocarditis atau infeksi pada lapisan jantung
  • Bakteri dari gigi berlubang bisa masuk ke pembuluh darah dan ikut mengalir bersama sirkulasi darah menuju jantung
  • Edukasi soal kesehatan gigi penting dipahami orang tua karena kesehatan mulut juga berkaitan dengan kesehatan organ tubuh lain

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Gigi bolong pada anak sering dianggap masalah kesehatan ringan. Padahal pada kondisi tertentu, terutama pada anak dengan penyakit jantung bawaan, infeksi dari gigi ternyata bisa berdampak hingga ke jantung.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Subspesialis Kardiologi Pediatrik dan Penyakit Jantung Bawaan RS Pondok Indah – Pondok Indah, dr. Yovi Kurniawati menjelaskan, anak dengan kelainan jantung bawaan memiliki risiko lebih tinggi mengalami infective endocarditis atau infeksi pada lapisan jantung.

“Kalau kita ada fokus infeksi di gigi, misalnya anak dengan jantung bawaan punya fokus infeksi, mungkin dampaknya nggak akan terjadi di gigi aja,” ujar dr Yovi pada media briefing di Jakarta, Senin (11/5/2026). 

Menurutnya, kondisi ini terjadi karena pada jantung bawaan yang memiliki lubang atau kebocoran, terdapat aliran darah yang terus mengenai bagian tertentu di jantung.

“Kalau ada lubang atau bocor itu kan ada aliran yang lewat,” katanya.

Baca juga: Awas Persoalan Gigi Berlubang Bisa Picu Penyakit Jantung, Ini Penjelasan Dokter 

Aliran tersebut dapat menyebabkan area tertentu di jantung menjadi lebih rentan mengalami infeksi.

Rekomendasi Untuk Anda

“Nah daerah itu yang namanya locus minoris atau daerah yang rentan terjadinya infeksi,” jelas dr Yovi.

Di sisi lain, bakteri dari gigi berlubang bisa masuk ke pembuluh darah dan ikut mengalir bersama sirkulasi darah menuju jantung.

“Kuman yang ada di situ mungkin bisa menyebar ke aliran darah. Aliran darah nanti akan lewat ke jantung,” ujarnya.

Saat bakteri mencapai area jantung yang rentan, bakteri dapat menempel dan berkembang menjadi infeksi.

“Nah kalau ada kuman yang beredar di sirkulasi darah itu bisa nempel di situ,” kata dr Yovi.

Meski begitu, dr Yovi menegaskan kondisi ini bukan berarti semua anak dengan gigi bolong pasti mengalami infeksi jantung. 

Namun, orang tua perlu memahami pentingnya menjaga kesehatan gigi, terutama bila anak memiliki penyakit jantung bawaan.

Ia mengatakan, infeksi pada jantung dapat membentuk vegetasi atau gumpalan yang terdiri dari bakteri dan sel darah.

“Vegetasi itu seperti bongkahan, kita bilangnya kayak benda asing di situ,” ujarnya.

Karena itu, dokter biasanya akan memastikan kesehatan gigi pasien sebelum tindakan operasi jantung dilakukan.

“Sambil menunggu persiapan itu biasanya kita konsulin gigi,” kata dr Yovi.

Tujuannya agar tidak ada lagi sumber infeksi dari rongga mulut yang bisa memperberat kondisi jantung anak.

“Nanti kalau mau dilakukan operasi udah nggak ada lagi giginya yang bolong,” jelasnya.

Menurut dr Yovi, edukasi soal kesehatan gigi penting dipahami orang tua karena kesehatan mulut juga berkaitan dengan kesehatan organ tubuh lain.

Ia pun mengingatkan agar orang tua tidak menunda pemeriksaan gigi anak, terutama bila anak memiliki riwayat penyakit jantung bawaan.

Dengan perawatan gigi yang rutin dan kontrol kesehatan yang baik, risiko komplikasi dapat ditekan sejak dini.

(Tribunnews.com/ Aisyah Nursyamsi)

 

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas