Karina Ranau Hancur Hatinya Baca Komentar Keji Netizen Pada Almarhum Epy Kusnandar
Karina Ranau hancur hatinya dan mentalnya terpukul karena ulah netizen usai membaca komentar negatif pada mendiang Epy Kusnandar.
Penulis:
Bayu Indra Permana
Editor:
Anita K Wardhani
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Bayu Indra Permana
Ringkasan Berita:
- Karina Ranau mengaku hancur hatinya dan mentalnya terpukul karena ulah netizen.
- Ini terjadi usai membaca komentar negatif terhadap mendiang suaminya, Epy Kusnandar di media sosial.
- Ia pun langsung meninggalkan warung makan miliknya demi mencari perlindungan hukum.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Karina Ranau mengaku mentalnya terpukul setelah membaca komentar negatif terhadap mendiang suaminya, Epy Kusnandar di media sosial.
Peristiwa itu bahkan membuatnya langsung meninggalkan warung makan miliknya demi mencari perlindungan hukum.
Baca juga: Karina Ranau Laporkan Netizen Penghina Epy Kusnandar, Ungkap Sakit Hati dan Ingin Penjarakan Pelaku
Karina mengaku saat itu dirinya sedang sibuk berjualan di warung makan miliknya di kawasan Jalan Samali Jakarta Selata.
Akan tetapi, komentar tersebut langsung membuat kondisi emosinya runtuh. Tak pikir panjang ia langsung menuju ke Polres Metro Jakarta Selatan.
“Saya lagi jualan, lagi ramai-ramainya di warung. Begitu lihat komen itu, saya langsung drop," ungkap Karina Ranau di kawasan Kalibata Jakarta Selatan, Kamis (14/5/2026).
"Warung saya tinggalin, saya langsung ke Polres minta perlindungan sebagai warga negara,” tegasnya.
Karina menceritakan, sejak sang suami meninggal dunia pada 3 Desember 2025 lalu, dirinya kerap membagikan video kenangan bersama keluarga di media sosial.
Aktivitas tersebut dilakukan bukan untuk mencari perhatian publik, melainkan sebagai cara untuk menguatkan diri menghadapi kehilangan.
“Ini adalah cara treatment untuk diri saya agar kuat. Saya tidak ada channel YouTube, tidak menghasilkan uang dari sana," bebernya.
"Hanya benar-benar mengabadikan momen sesuai pesan almarhum,” kata Karina.
Namun, ketenangan itu buyar ketika ia mengunggah video ulang tahun putranya, Quentin Stanislavski.
Video yang diedit sendiri sambil menahan tangis itu justru dibalas komentar kasar dari salah satu akun media sosial.
"Saat itu tiba-tiba ada komen -Mampus dia sudah mati, mampus dia sudah mati’. Itu sangat menyakitkan," ucapnya.
"Orang yang dihina ini sudah tidak ada (meninggal). Itu sangat mengganggu jiwa dan mental kami,” ungkap Karina.
Tak tinggal diam, Karina akhirnya mendatangi Polres Metro Jakarta Selatan didampingi sang putra pada Selasa (14/5/2026).
Ia menyerahkan sejumlah bukti tangkapan layar komentar yang dianggap menghina dan menyakiti keluarganya.
Laporan tersebut kini telah diterima pihak kepolisian dan tinggal menunggu proses pemeriksaan lanjutan.
Usai membuat laporan, Karina juga mengunggah foto bersama Quentin di depan lobi Polres Metro Jakarta Selatan melalui akun Instagram pribadinya.
Ultimatum Netizen
Karina pun memberikan ultimatum kepada pemilik akun tersebut untuk menunjukkan iktikad baik dalam waktu 3x24 jam.
Jika tidak ada permintaan maaf atau upaya menemui dirinya secara langsung, ia memastikan kasus itu akan terus diproses secara hukum.
“Saya pengen kasih pelajaran untuk manusia biadab ini. Kalau tidak menghubungi saya, saya akan teruskan. Saya tidak mau pusing, saya pengen dia masuk penjara,” tegasnya.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.