'Suci Tanah Pembantaian', Tamparan Keras Rahasia Intelijen untuk Konflik Global
Menurut Winky, lagu Suci Tanah Pembantaian lahir dari keresahan terhadap konflik yang terjadi di berbagai belahan dunia. Korbannya rakyat sipil.
Penulis:
Fauzi Nur Alamsyah
Editor:
Willem Jonata
Ringkasan Berita:
- Winky Wiryawan terlibat proyek musik bersama Anindya Pramadhyana, Cesar Alkautsar, Topan Tofano, dan Nicko Rahmat Prabowo, di bawah label HALOS Records
- Kolaborasi tersebut melahirkan lagu berjudul "Suci Tanah Pembantaian"
- Single tersebut mengangkat isu tentang tanah yang disucikan sekaligus diperebutkan oleh sejumlah agama besar dunia
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Winky Wiryawan menegaskan bahwa musik bisa menjadi medium paling jujur untuk menyampaikan kritik sosial dan keresahan terhadap berbagai persoalan kemanusiaan.
Hal itu disampaikan Winky seiring perilisan single terbaru band metal alternatif Rahasia Intelijen berjudul Suci Tanah Pembantaian yang resmi dirilis di bawah label HALOS Records.
Dalam proyek musik tersebut, Winky bergabung bersama Anindya Pramadhyana, Cesar Alkautsar, Topan Tofano, dan Nicko Rahmat Prabowo.
Menurut Winky, lagu Suci Tanah Pembantaian lahir dari keresahan terhadap konflik berkepanjangan yang terjadi di berbagai belahan dunia dan kerap mengorbankan masyarakat sipil.
Baca juga: Ingin Seperti Winky Wiryawan, Ita Rahma Putuskan Jadi DJ Usai Ibunda Meninggal
“Kami percaya musik adalah medium yang paling jujur untuk menyampaikan refleksi sosial. ‘Suci Tanah Pembantaian’ adalah ekspresi kami terhadap realitas yang sering diabaikan,” kata Winky Wiryawan dalam keterangan tertulisnya.
Single tersebut mengangkat isu tentang tanah yang disucikan sekaligus diperebutkan oleh sejumlah agama besar dunia.
Di balik narasi religius yang berkembang, konflik disebut terus dipenuhi kepentingan politik, ekonomi, hingga perdagangan.
Rahasia Intelijen juga menyoroti meningkatnya sentimen antarumat beragama, perang opini di ruang publik, hingga derasnya arus disinformasi yang dinilai memecah masyarakat.
Sementara itu, Anindya Pramadhyana mengatakan musik menjadi cara bagi Rahasia Intelijen untuk menyuarakan keresahan terhadap ketidakadilan yang terjadi.
“Lewat lagu ini kami ingin menunjukkan bahwa konflik yang berlangsung berabad-abad bukan hanya soal perebutan wilayah, tetapi juga tentang bagaimana kepentingan elit sering kali mengorbankan masyarakat sipil,” ujar Anindya.
Dengan aransemen agresif, riff gitar tajam, vokal intens, serta ritme drum menghentak, Suci Tanah Pembantaian mempertegas identitas musikal Rahasia Intelijen di skena musik Indonesia.
Single tersebut sudah bisa didengarkan di berbagai platform musik digital mulai 15 Mei 2026.
(Tribunnews.com/ Fauzi Alamsyah)