Tantangan Gabriel Harvianto Terlibat di Drama Musikal MAR
Aktor Gabriel Harvianto mengungkap tantangan terbesar saat mementaskan drama musikal berlatar sejarah Bandung Lautan Api 1946 ini.
Penulis:
Fauzi Nur Alamsyah
Editor:
Willem Jonata
Ringkasan Berita:
- Gabriel Harvianto yang memerankan prajurit MAR dalam drama musikal MAR
- Drama musikal MAR mengisahkan cinta, pengorbanan, dan ketahanan di momen berlatar sejarah Bandung Lautan Api 1946
- Selain teknis, Gabriel juga menyoroti tantangan dalam menyampaikan cerita sejarah kepada generasi muda
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aktor Gabriel Harvianto mengungkap tantangan terbesar saat kembali mementaskan drama musikal berlatar sejarah Bandung Lautan Api 1946 yang sebelumnya sukses dipentaskan tahun lalu.
Menurut Gabriel Harvianto yang memerankan prajurit MAR, tantangan utama bukan hanya menjaga kualitas pertunjukan sebelumnya, tetapi juga menyesuaikan diri dengan perubahan konsep panggung hingga pergantian sutradara.
"Tantangan terbesar buat kami tentunya mempertahankan apa yang sudah dilakukan pada tahun kemarin dengan respons yang sangat baik sekali dari penonton," kata Gabriel kepada awak media usai gladi resik pergelaran drama musikal MAR di Ciputra Artpreneur, Jakarta Selatan, Kamis (14/5/2026).
Baca juga: 14 Tahun Vakum, Teza Sumendra Rela Tinggalkan Job Demi Totalitas di Drama Musikal ‘MAR’
Ia menjelaskan, tahun ini terdapat perubahan besar pada tata panggung yang membuat para pemain harus kembali beradaptasi.
"Ada pergantian sutradara, lalu pergantian set panggung. Dulu kita flat mainnya, sekarang ada rotator yang berputar. Jadi banyak penyesuaian dari blocking sampai koreografi," lanjutnya.
Tak hanya dari sisi teknis, Gabriel juga menyoroti tantangan dalam menyampaikan cerita sejarah kepada generasi muda.
Menurutnya, banyak anak muda yang belum mengenal peristiwa Bandung Lautan Api maupun karya-karya komponis legendaris Indonesia, Ismail Marzuki.
"Generasi sekarang mungkin belum tahu lagu-lagu Ismail Marzuki. Tahun lalu banyak anak muda yang bilang mereka terpukau dan nggak nyangka Indonesia punya lagu sebagus itu," ucap Gabriel.
Karena itu, ia berharap pementasan tahun ini kembali mampu menumbuhkan rasa cinta generasi muda terhadap sejarah Indonesia.
Sementara itu, aktris Gallaby sebagai Aryati mengaku hampir seluruh adegan dalam pertunjukan terasa berkesan baginya. Namun ada satu adegan yang paling membekas hingga membuatnya menangis.
"Yang terakhir Gugur Bunga itu sangat berkesan sampai menangis beneran," ujar Gallaby.
Ia juga menyoroti detail eksplorasi akting yang lebih mendalam dibanding pertunjukan sebelumnya.
"Setiap scene sekarang diminta lebih detail lagi, bahkan sampai gerakan tangan," katanya.
Lebih lanjut, Gabriel kemudian menceritakan bagaimana dirinya dan Gallaby membangun kembali chemistry setelah jeda satu tahun sejak pertunjukan sebelumnya.
Menurut Gabriel, mereka banyak berdiskusi dan kembali mendalami lagu-lagu yang akan dibawakan.
"Kami banyak ngobrol, banyak diskusi apa yang ingin dikembangkan. Bahkan di panggung pun kami masih improvisasi ngobrol kira-kira habis ini mesti ngapain," jelasnya.
Di akhir sesi latihan gladi resik, Gabriel mengaku merasa lega sekaligus terharu karena pertunjukan mereka mendapat respons positif dari para veteran yang hadir menyaksikan.
"Banyak sambutan positif dari para veteran. Mereka bilang memang saat itu suasananya seperti itu. Jadi kami merasa apa yang kami sampaikan nyampai ke mereka," tuturnya.
Diketahui, ArtSwara kembali menghadirkan pergelaran musikal “MAR”, sebuah karya panggung yang mengangkat kisah cinta, pengorbanan, dan ketahanan di tengah salah satu momen paling menentukan dalam sejarah Indonesia
Pertunjukan ini terinspirasi dari karya-karya besar Ismail Marzuki dan dibalut dengan narasi emosional yang membawa penonton menyelami masa perjuangan kemerdekaan, khususnya saat tragedi Bandung Lautan Api.
Melalui sudut pandang tokoh Nin, penonton diajak kembali ke masa lalu, menyaksikan kisah romansa antara Mar, seorang prajurit setia, dan Aryati, sukarelawati rumah sakit.
Hubungan keduanya diuji oleh kerasnya realitas perang dan tuntutan pengabdian kepada bangsa.
Di bawah arahan Dian HP sebagai direktur musik, komposisi legendaris Ismail Marzuki diinterpretasikan ulang dengan sentuhan jazz dinamis yang terinspirasi era Glenn Miller.
Tahun ini, Ava Victoria didapuk memimpin dan memainkan musik dalam drama musikal tersebut.
Musikal “MAR” merupakan produksi ke-13 ArtSwara yang sebelumnya sukses dipentaskan pada 26–28 Februari 2025.
Tahun ini, pertunjukan akan kembali digelar pada 15–17 Mei 2026 di Ciputra Artpreneur.
Sejumlah aktor musikal ternama turut meramaikan panggung, di antaranya Gabriel Harvianto sebagai Mar dan Galabby sebagai Aryati.
Selain itu, nama-nama seperti Bima Zeno Pooroe, Taufan Purbo, Chandra Satria, hingga Sita Nursanti juga ikut ambil bagian, ditambah deretan pemain seperti Tanta Ginting, Teza Sumendra, dan lainnya.
(Tribunnews.com/ Fauzi Alamsyah)
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.